Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Sabtu, 14 Mei 2022 19:41 WIB

TRAVEL NEWS

Target Nol Covid, China Batasi Warga ke Luar Negeri

Femi Diah
detikTravel
A closed store of French luxury brand Louis Vuitton is pictured during lockdown, amid the coronavirus disease (COVID-19) pandemic, in Shanghai, China, May 6, 2022. REUTERS/Aly Song
Foto: Reuters
Shanghai -

China menerapkan pembatasan perjalanan ke luar negeri seiring dengan penerapan kebijakan zero-Covid. Hanya mereka yang berkepentingan esensial yang diijinkan ke luar negeri.

Dikutip dari CNN, Sabtu (14/5/2022), Imigrasi Nasional China memperketat proses peninjauan penerbitan dokumen perjalanan seperti paspor dan membatasi jumlah warga yang akan pergi ke luar negeri. Perjalanan hanya diizinkan untuk tujuan esensial, seperti bekerja, studi, bisnis dan penelitian ilmiah, serta mencari perawatan medis.

Bagi mereka yang mengajukan permohonan perjalanan ke luar negeri untuk membantu penanganan pandemi atau mengangkut sumber daya bantuan bencana juga tetap diijinkan. Bahkan, prosesnya bisa dipercepat.

Imigrasi china mengklaim langkah tersebut perlu dilakukan untuk mengurangi risiko infeksi ketika masyarakat meninggalkan negeri tembok raksasa itu dan membawa virus ketika memasuki negara itu. Namun, pemerintah China tidak mengungkapkan secara rinci cara menerapkan pembatasan baru tersebut.

Kebijakan itu menuai beragam respons dari warga China.

"Jangan keluar kecuali perlu, jangan tinggalkan negara kecuali perlu, jangan lahir kecuali perlu," tulis seorang netizen China di Weibo sebagai reaksi terhadap kebijakan tersebut.

Warga lain menduga pemerintah membatasi perjalanan ke luar negeri karena khawatir banyak orang berusaha melarikan diri akibat pemerintah akan memberlakukan lockdown, terutama di Ibu Kota Beijing di mana kasus Covid-19 meningkat.

Ketakutan ini diperparah dengan kekacauan dan disfungsi yang terjadi di kota-kota yang sudah diterapkan lockdown, seperti di Shanghai.



Simak Video "WHO Minta Kerja Sama China untuk Studi Tahap Kedua"
[Gambas:Video 20detik]
(fem/fem)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA