Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Minggu, 15 Mei 2022 19:21 WIB

TRAVEL NEWS

Bakal Ada Gerhana Bulan, dari Indonesia Keliatan?

bonauli
detikTravel
Fenomena super blood moon atau gerhana bulan terlihat jelas dari sejumlah wilayah di Indonesia. Mulai dari Jakarta hingga Manado.
Gerhana Bulan Total (Antara Foto)
Jakarta -

Fenomena gerhana bulan akan kembali dirasakan pada 16 Mei. Kira-kira, warga Indonesia bisa melihat fenomena ini enggak ya?

Gerhana Bulan total terbentuk ketika posisi Bumi diapit oleh Bulan dan Matahari dalam tepat satu garis lurus. Pada saat itu terjadi, sinar matahari tidak mengenai Bulan karena terblokir oleh Bumi, sehingga Bulan akan tampak merah dari Bumi.

"Penampakan gerhana bulan total ini sering ditunggu sebagai salah satu obyek wisata, dikenal sebagai 'Super blood moon'," ujar Widodo S. Pranowo, Peneliti Ahli Utama Bidang Oseanografi Terapan pada Pusat Riset Iklim dan Atmosfer (PRIMA), Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Sayangnya gerhana bulan total pada 16 Mei 2022 nanti hanya bisa disaksikan secara sempurna oleh penduduk bumi yang berada di benua Amerika utara dan selatan, di kepulauan-kepulauan Pasifik timur hingga tengah. Ini termasuk New Zealand, kemudian di Eropa, sampai Madagaskar, Afrika.

"Penduduk dan wisatawan di Indonesia, janganlah bersedih, Gerhana Bulan Total akan dapat disaksikan pada 8 November 2022," ungkap Anggota Advisory Board pada Korea - Indonesia Marine Technology Research Cooperation Center tersebut.

Gerhana Bulan Total akan bisa disaksikan di Jakarta pada 8 November 2022 sekitar 17.43 WIB hingga 18.41 WIB.

"Kalau tidak bisa juga, Gerhana Bulan Total Super blood moon kemungkinan bakal bisa disaksikan kembali pada 7-8 September 2025," katanya.

Ketika Gerhana Bulan Total, wisata apa saja yang bisa dinikmati?

Ada banyak lokasi wisata yang menjadikan Gerhana Bulan Total ini sebagai daya tarik wisata.

"Pemandangan proses perubahan warna Bulan menjadi merah sangat menarik untuk disaksikan, terutama jika mengetahui lokasi yang tepat," jelasnya.

Salah satu aktivitas wisata maritim yang bisa dinikmati selagi Gerhana Bulan Total adalah wisata selam malam hari (night dive). Tentunya dengan dipandu oleh pemandu selam (Dive Master) profesional yang telah berpengalaman dan menguasai lokasi bawah air sebagai objek penyelaman.

"Apabila beruntung, wisatawan selam kemungkinan bisa menyaksikan terumbu karang (coral reef) melepaskan telur-telurnya ke kolom air (spawning).
Seperti yang kita ketahui bersama, karang sebenarnya adalah hewan yang melakukan reproduksinya secara eksternal," ungkap Widodo.

Ada beragam jenis hewan karang, nantinya telur-telur karang yang dilepaskan ke badan air akan berwarna warni. Kemungkinan gerhana bulan akan menambahkan nuansa warna yang lain di bawah air. Aktivitas biota atau hewan laut lain pun mungkin tidak kalah menariknya.

Adakah Dampaknya Terhadap Elevasi Muka Laut?

Dinamika pasang surutnya muka air laut adalah dipengaruhi oleh gaya tarik Bulan dan Matahari, yang memiliki variasi gaya akibat posisi antara Matahari, Bulan dan Bumi.

"Perbedaan elevasi muka laut ketika Gerhana Bulan Total 15-16 Mei 2022 dan ketika nanti pada 8 November 2022 hanyalah berkisar 8 hingga 10 sentimeter saja. Sehingga tidak perlu dikhawatirkan akan terjadi anomali ekstrim akibat gradien elevasi muka laut," lanjutnya.

Namun, karena bulan November adalah bulan akhir peralihan dari monsun timur menuju Monsun Barat, dan biasanya Monsun Barat adalah awal Musim Penghujan, maka sangat disarankan untuk tetap memantau prakiraan cuaca yamg diterbitkan oleh BMKG.

"Semoga 8 November 2022 nanti tidak ada hujan yang signifikan sehingga wisatawan bisa menikmati nuansa Super Blood Moon," pungkasnya.



Simak Video "Melihat Gerhana Bulan Total di Berbagai Negara"
[Gambas:Video 20detik]
(bnl/bnl)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA