Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Selasa, 28 Sep 2021 15:12 WIB

TRAVEL NEWS

Ironi Desa Bahagia di Pesisir Bekasi yang Terancam Tenggelam

Desa Pantai Bahagia di Muara Gembong, (18/9/2021)
Pemandangan biasa di Desa Pantai Bahagia, Kabupaten Bekasi (Randy/detikTravel)
Kabupaten Bekasi -

Nama Desa Pantai Bahagia di Kabupaten Bekasi memang terdengar indah. Namun, realitanya warga di sana berjuang untuk menghadapi banjir akibat rob dan abrasi.

Terletak di Kecamatan Muara Gembong, Desa Pantai Bahagia memanjang di tepian Sungai Citarum hingga menuju area muara. Lokasinya dapat dijumpai tak jauh setelah traveler melewati Jembatan Muara Gembong.

Di tahun 2017 silam, Presiden Jokowi pernah mampir ke area luar di Muara Gembong dan meninggalkan satu infra berupa jembatan di sana. Adapun kondisi di dalamnya hampir seakan tak tersentuh dan terancam bahaya tenggelam.

Ancaman itu pun bukan isapan jempol, mengingat pantai yang kian terpapar abrasi serta banjir akibat rob yang terus terjadi. Dimana terus menjadi ujian bagi warganya yang mayoritas bekerja sebagai nelayan di laut dan empang setempat.

Dikunjungi oleh detikTravel, tim pun berjumpa dengan salah satu warga lokal yang mengaku telah lahir dan besar di Desa Pantai Bahagia sejak lama. Pada detikTravel ia bercerita, sejumlah tantangan tinggal di desa yang tak lagi seindah namanya.

"Semenjak terjadi abrasi, empang habis kena laut. Jadi kayak gini banjir rob. Terus kalau ada banjir rob, kena itu masuk ke rumah-rumah karena empangnya habis dihantam laut. Akhirnya air ke mana-mana dia masuk," ujar Khainan.

Desa Pantai Bahagia di Muara Gembong, (18/9/2021)Pemandangan rutin di Muara Gembong (18/9/2021) (Randy/detikTravel)

Menurut penuturan Khainan, abrasi dan rob mulai terjadi di tahun 1990-an dan berpuncak di tahun 2000-an. Selang 30 tahun, ancaman banjir akibat rob dan abrasi kian nyatan.

"Dari tahun 90-an lah mulainya kayaknya, kurang lebih tahun 90-95. Parah-parahnya di angka tahun 2000-an terparah itu. Dulu situ gak, sekarang sudah semua (kena abrasi)," urai Khainan.

Momen terparah diakui dilami Khainan pada tahun ini sekitar lima bulan lalu. Kala itu gerhana sedang terjadi, debit air dari laut meningkat dan menghampiri rumah-rumah warga di kawasan pesisir dari segala arah.

"Jadi kalau banjir rob kalau belum dibeko waktu ada gerhana itu banjirnya besar dari seberang sana ke sini. Jadi sampah yang dari sana kumpul di sini, pokoknya air bentrok aja," ceritanya.

Selanjutnya: Di balik nama Desa Pantai Bahagia

Selanjutnya
Halaman
1 2
BERITA TERKAIT
BACA JUGA