Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Selasa, 17 Mei 2022 07:11 WIB

TRAVEL NEWS

Jangan Keduluan Delegasi G20, Traveler Sudah Singgah di Desa Penglipuran?

Tim detikcom
detikTravel
Desa Wisata Penglipuran
Desa Penglipuran di Bali (Tasya Khairally/detikcom)
Bangli -

Desa Penglipuran di Kabupaten Bangli, Bali bakal kedatangan sekitar 200 orang dari berbagai negara yang menghadiri KTT G20. Dijadwalkan pada 28 Mei 2022.

Kedatangan mereka sebagai bagian dari kegiatan Platform Global untuk Pengurangan Risiko Bencana atau Global Platform for Disaster Risk Reduction (GPDRR).

"Ada 200 orang delegasi dan kami sudah menyiapkan semuanya," kata I Wayan Sumiarsa selaku Manager Desa Wisata Penglipuran, seperti dikutip dari CNN, Selasa (17/5/2022).

Untuk menyambut para tamu itu, Wayan menyebut Desa Penglipuran sudah bersolek. Dia menyiapkan sejumlah atraksi budaya dan tur keliling desa serta memperbaiki berbagai fasilitas di desa tersebut, termasuk toilet.

"Untuk prokes kami sudah menyediakan hand sanitizer di setiap rumah penduduk masuk dan setiap area obyek wisata sudah ada tempat cuci tangan itu," kata dia.

Wayan mengatakan bahwa Desa Penglipuran terpilih karena selama ini memiliki daya tarik dari aspek budaya serta cara warga setempat menjaga kebersihan lingkungan.

"Mereka ingin mempelajari dan melihat secara langsung kenapa Desa Penglipuran itu bisa disebut sebagai desa terbersih dan apa sih cara-cara warga kami lakukan di sini sehingga mereka bisa menjaga desa ini tetap bersih," ujarnya.

Wayan berharap para delegasi yang datang nanti mempromosikan Desa Penglipuran saat pulang ke negara masing-masing. Dengan demikian, potensi turis mancanegara yang datang menjadi semakin banyak.

"Dan akan mendongkrak perekonomian di desa ini. Harapan kami, bisa lebih banyak dikunjungi oleh wisatawan asing," kata Wayan.

Desa penglipuran memang spesial. Selain berpredikat sebagai desa terbersih, desa ini memiliki banyak objek dan kultur menarik. Di antaranya, merasakan nuansa Bali masa lampau dari deretan pintu masuk rumah warga yang masih tradisional.

Ada juga balai adat enam tiang atau saka enam, serta dapur yang masih tradisional. Pengunjung juga bisa melihat aktivitas warga menenun, menganyam, dan mengerjakan barang kerajinan lainnya.

Ada juga objek pendukung seperti pura penataran, hutan bambu, monumen pahlawan, serta "Karang Memadu" yang dikhususkan bagi warga yang melanggar aturan adat seperti larangan poligami atau poliandri.

Di masing-masing rumah warga juga sudah dibuka kedai kecil, sehingga wisatawan tidak bingung mencari tempat istirahat.



Simak Video "Menjelajahi Desa Penglipuran, Ikon Tata Ruang Desa di Bali"
[Gambas:Video 20detik]
(fem/fem)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA