Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Kamis, 19 Mei 2022 06:12 WIB

TRAVEL NEWS

Bali Ramai Pas Lebaran dan Waisak, tapi Tak Seperti Sebelum Pandemi

Putu Intan
detikTravel
Denpasar -

Wisata Bali mulai menggeliat saat libur panjang lebaran hingga Waisak. Namun, keramaian belum terasa seperti sebelum pandemi COVID-19.

Bali menjadi salah satu destinasi populer pilihan wisatawan menghabiskan libur panjang. Pulau Dewata mulai menerima kunjungan wisatawan dari berbagai daerah seiring dengan dilonggarkannya aturan bepergian, termasuk tak perlu tes COVID-19 bagi mereka yang sudah vaksin dosis ketiga.

detikcom sempat menyambangi Bali selama dua hari mulai 16-17 Mei 2022. Tujuan yang kami datangi adalah kawasan Buleleng di Bali barat.

Kami pergi ke Bali menggunakan transportasi udara dan laut. Untuk penerbangan Jakarta-Banyuwangi, pesawat yang kami tumpangi tidak terisi penuh, kira-kira hanya 75 persen.

Kemudian, rombongan melanjutkan perjalanan ke Bali dengan menyeberang menggunakan kapal ferry dari Pelabuhan Ketapang menuju Pelabuhan Gilimanuk. Pemandangan tak jauh beda terlihat di mana hanya setengah dari daya tampung kapal yang terisi kendaraan baik roda dua maupun roda empat.

Memasuki kawasan Bali barat, tak banyak kendaraan kami temui di jalan. Hanya kendaraan warga lokal dan truk.

Memasuki tempat wisata, keramaian baru mulai terasa. Misalnya di Pemandian Air Panas Banyuwedang di Buleleng. Di sana kami melihat puluhan wisatawan berendam air belerang.

Menurut Manajer Operasional Banyuwedang, Komang, momen libur Lebaran lalu memang banyak wisatawan yang datang. Jumlahnya lebih banyak dari hari biasa, namun belum bisa mencapai jumlah sebelum pandemi.

"Sebelum COVID-19 pengunjung sangat antusias untuk lokal dan internasional. Saat COVID-19 pengunjungnya sepi dan kami juga sempat tutup. Kami buka saat Lebaran tapi tidak semaksimal dulu. Masih sekitar 40 persenlah," kata dia.

Pada saat periode libur Lebaran, Banyuwedang menerima kunjungan dari 300-400 orang. Padahal sebelum COVID-19 di periode yang sama, jumlah pengunjung sekitar 1000 orang.

Situasi serupa juga terlihat di penginapan. Misalnya di Plataran Menjangan, ketika detikcom menginap, hanya tiga dari 17 vila yang terisi. Jika sebelum pandemi, rata-rata tamu merupakan turis asing dari Eropa tetapi saat ini tamu domestik lebih mendominasi.

(pin/fem)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
Eureka!
×
Rahasia Borobudur
Rahasia Borobudur Selengkapnya