Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

ADVERTISEMENT

Sabtu, 21 Mei 2022 07:47 WIB

TRAVEL NEWS

Traveler, Yuk Lihat LRT yang Mulai Diuji Coba

Syanti Mustika
detikTravel
Jakarta -

Traveler pasti sudah tidak asing lagi dengan kondisi macetnya Jakarta. Salah satu solusi untuk menghindarinya adalah dengan menggunakan transportasi umum, seperti LRT misalnya.

Menjelang soft launching pada 17 Agustus mendatang, LRT Jabodetabek terus diuji coba. Gerbong kereta Lintas Rel Terpadu atau LRT sudah sering terlihat melintas pelan di jalur Gatot Soebroto.

Dalam rilisnya, Sabtu (21/5/2022) Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dalam acara webinar yang bertema 'Aksesibilitas dan Integrasi Antar Moda pada LRT Jabodebek' yang diselenggarakan Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) pada Kamis (12/5) lalu mengungkapkan, pembangunan LRT Jabodetabek adalah bagian dari upaya Pemerintah untuk menyelesaikan masalah transportasi perkotaan di Jabodetabek.

"Jabodetabek masih bergelut dengan isu kemacetan, yang penyebab utamanya adalah penggunaan kendaraan pribadi. Untuk itu, kemudahan mengakses dan integrasi antarmoda menjadi kunci," ujar Menhub Budi Karya.

Di Jakarta, Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Kementerian Perhubungan pernah merilis akibat kemacetan yang terjadi di daerah terpadat di Indonesia, yaitu kawasan aglomerasi Jabodetabek yang mengakibatkan kerugian ekonomi senilai Rp71,4 triliun per tahun. Kerugian, menurut rilis tersebut, disebabkan oleh pemborosan bahan bakar minyak (BBM) dan menurunnya produktivitas karena hilangnya waktu masyarakat selama terjebak macet.

Agar kemacetan dapat terurai, khususnya di Jabodetabek, peran masyarakat dalam menggunakan transportasi publik dan agar transportasi publik juga diminati oleh masyarakat syaratnya harus nyaman, aman, dan berstandar, serta kemudahan aksesibilitas dan integrasi antarmoda yang baik. Salah satu angkutan umum massal tersebut adalah Lintas Rel Terpadu (LRT).

LRT Jabodebek memiliki panjang lintasan 44,43 km dan 18 titik stasiun pemberhentian. Waktu tempuh yang lebih cepat, kepastian jadwal, dan kenyamanan dalam LRT menjadi keunggulan yang diharapkan membuat masyarakat beralih ke transportasi umum.

Direktur Prasarana Ditjen Perkeretaapian Harno Trimadi menjelaskan, Kemenhub memfasilitasi 3 (tiga) pihak pengguna LRT yakni pejalan kaki dan pesepeda, pengguna angkutan umum lain, dan pengguna angkutan pribadi.

LRT Jabodebek akan diintegrasikan dengan Stasiun Kereta Cepat di Halim. Sementara, untuk memudahkan akses menuju Stasiun LRT Jabodebek, akan dibangun sejumlah fasilitas pendukung baik dalam jangka pendek, seperti akses jembatan, tangga, eskalator, lift dan dalam jangka panjang akan dibangun seperti park and ride, perbaikan geometri jalan, dan pelebaran jalan.

Ditargetkan, penumpang LRT Jabodebek ini mencapai 100 ribu orang per hari dan headway 6 menit sekali. Stasiun Cawang akan menjadi hub-nya yang diprediksi terjadi pergerakan paling besar di stasiun ini yaitu sekitar 79 ribu pergerakan per hari.

(sym/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA