Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Minggu, 22 Mei 2022 09:45 WIB

TRAVEL NEWS

Sawadikap! Thailand Akan Legalkan Ganja Bulan Juni

bonauli
detikTravel
Thailand resmi hapus ganja dari daftar obat-obatan terlarang. Thailand juga jadi negara pertama di Asia Tenggara yang legalkan ganja untuk medis dan penelitian.
Thailand legalkan ganja (Getty Images/Lauren DeCicca)
Jakarta -

Thailand ingin mengikuti jejak Belanda yang tenar karena legalkan ganja. Pelan tapi pasti, warga Thailand boleh menanam ganja di rumah.

Dilansir dari Bangkok Post, Negeri Gajah Putih akan melegalkan pemilikan, penanaman dan pengolahan ganja. Kebijakan akan akan disahkan pada 9 Juni mendatang.

Menteri Kesehatan Masyarakat Thailand, Withid Sariddechaikool, mengatakan bagi penanam ganja dan ram harus mendaftarkan diri melalui aplikasi Pluk Kan, yang dikembangkan dan dioperasikan Badan Pangan dan Obat-obatan (FDA), demikian dikutip Bangkok Post, Jumat (20/5).

Meskipun ada pelonggaran hukum, terdapat beberapa catatan yang harus diperhatikan bagi mereka yang ingin menanam ganja.

Di antaranya ekstrak yang mengandung lebih dari 0,2 persen tetrahydrocannabinol (THC), senyawa psikoaktif utama dalam ganja, masih akan dilabel sebagai zat narkoba Tipe 5 sebagaimana undang-undang yang berkaitan dengan pengendalian dan penekanan narkotik.

Namun, siapa pun yang berniat menanam tanaman ganja dan rami untuk tujuan komersial harus meminta izin dari pihak berwenang.

Sebagai bagian dari kelanjutan aturan itu, pemerintah Thailand juga berencana membagikan satu juta pohon ganja ke rumah penduduk.

"Ini akan membuat masyarakat dan pemerintah mendapatkan keuntungan lebih dari 10 miliar bath [Rp4,2 triliun] per tahun dari marijuana dan ganja," ujar Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Kesehatan Thailand, Anutin Charnvirakul, di Facebook dikutip Firstpost.

Aturan lain yang dilonggarkan yakni soal impor biji ganja, atau bagian lain dari tanaman ini tak lagi memerlukan izin khusus.

Sebaliknya, impor produk ini akan diizinkan dan diatur sama seperti bibit tanaman lain.

Produk dari ekstra ganja yang masuk ke Thailand, baik oleh pengunjung atau melalui paket kiriman akan diatur di bawah UU yang berbeda, bergantung jenis produk.

Produk itu akan dikelompokkan menjadi dua jenis yakni produk makanan impor dan kosmetik.

Sejauh ini, FDA masih bekerja mengubah hingga tujuh UU untuk mengizinkan dan mengatur produk herbal lain yang dibuat dari ekstrak ganja dan rami.

Menurut Withid hal itu dilakukan untuk demi kenyamanan pelaku bisnis yang mengimpor ekstrak untuk dijual, meskipun FDA mempromosikan produk buatan lokal.

Pemerintah juga berharap keputusan itu bisa menjadikan Thailand sebagai salah satu pemain bisnis ganja baru. Mereka juga menargetkan ganja sebagai salah satu cara menarik wisatawan.



Simak Video "Momen Thailand Bagi-bagi 1 Juta Tanaman Ganja Gratis untuk Warga"
[Gambas:Video 20detik]
(bnl/bnl)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA