Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Senin, 23 Mei 2022 05:25 WIB

TRAVEL NEWS

Thailand Akan Legalkan Ganja, Ini Aturannya

Tim detikcom
detikTravel
Thailand Izinkan Warganya Tanam Ganja Sebagai Bagian Dari Pengobatan Tradisional
Foto: ABC Australia
Bangkok -

Thailand akan melegalkan kepemilikan, penanaman, dan pengolahan ganja pada 9 Juni 2022. Ada sejumlah aturan yang ditetapkan.

Menteri Kesehatan Thailand, Withid Sariddechaikool, menyebut penanam ganja dan ram harus mendaftarkan diri melalui aplikasi Pluk Kan. Aplikasi itu dikembangkan dan dioperasikan Badan Pangan dan Obat-obatan (FDA).

Meskipun ada pelonggaran hukum, terdapat beberapa catatan yang harus diperhatikan oleh warga yang ingin menanam ganja.

Di antaranya, ekstrak yang mengandung lebih dari 0,2 persen tetrahydrocannabinol (THC), senyawa psikoaktif utama dalam ganja, masih akan dilabeli sebagai zat narkoba Tipe 5 seperti merujuk undang-undang yang berkaitan dengan pengendalian dan penekanan narkotika.

Kemudian, siapa pun yang berniat menanam tanaman ganja dan rami untuk tujuan komersial harus meminta izin dari pihak berwenang.

Pemerintah Thailand juga berencana membagikan satu juta pohon ganja ke rumah penduduk.

"Ini akan membuat masyarakat dan pemerintah mendapatkan keuntungan lebih dari 10 miliar bath (sekitar Rp 4,2 triliun) per tahun dari marijuana dan ganja," ujar Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Kesehatan Thailand, Anutin Charnvirakul, di Facebook seperti dikutip dari Bangkok Post.

Aturan lain yang dilonggarkan adalah terkait impor biji ganja atau bagian lain dari tanaman ini tak lagi memerlukan izin khusus. Sebaliknya, impor produk ini akan diizinkan dan diatur sama seperti bibit tanaman lain.

Produk dari ekstra ganja yang masuk ke Thailand, baik oleh pengunjung atau melalui paket kiriman akan diatur di bawah UU yang berbeda, bergantung jenis produk. Produk itu akan dikelompokkan menjadi dua jenis yakni produk makanan impor dan kosmetik.

Sejauh ini, FDA masih bekerja mengubah hingga tujuh UU untuk mengizinkan dan mengatur produk herbal lain yang dibuat dari ekstrak ganja dan rami.

Menurut Menkes Withid aturan itu dibuat demi kenyamanan pelaku bisnis yang mengimpor ekstrak untuk dijual, meskipun FDA mempromosikan produk buatan lokal.

Pemerintah juga berharap keputusan itu bisa menjadikan Thailand sebagai salah satu pemain bisnis ganja baru. Mereka juga menargetkan ganja sebagai salah satu cara menarik wisatawan.



Simak Video "Momen Thailand Bagi-bagi 1 Juta Tanaman Ganja Gratis untuk Warga"
[Gambas:Video 20detik]
(fem/fem)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA