Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Kamis, 26 Mei 2022 09:53 WIB

TRAVEL NEWS

Harapan Besar Kemenparekraf di Global Tourism Forum 2022

Yasmin Nurfadila
detikTravel
Acara launching Annual Meeting Global Tourism Forum 2022
Kemenparekraf (Yasmin Nurfadila/detikcom)
Jakarta -

Global Tourism Forum (GTF) diharapkan bisa menjadi wadah kolaborasi dalam skala global yang bertujuan untuk mengatasi tantangan dan permasalahan yang dihadapi industri pariwisata. Apa sih tujuan program ini?

GTF merupakan program yang berada di bawah World Tourism Forum Institute. Program ini digeber dalam bentuk pertemuan antara lembaga pemerintah, pemangku kepentingan industri, pengusaha, investor, dan akademisi.

GTF menjadi forum yang berfokus pada tercapainya model pembangunan berkelanjutan serta menyusun strategi untuk perkembangan sektor pariwisata.

Forum yang dihadirkan dirancang untuk meningkatkan branding negara tuan rumah. Sehingga, dapat menarik perhatian masyarakat dunia serta menarik minat investor asing. Pada Global Tourism Forum 2021 yang diadakan secara hybrid dari Jakarta, terdapat lebih dari 1 juta penonton dari berbagai negara. Dengan penonton terbanyak berjumlah 600.000 berasal dari Benua Eropa dan Afrika.

Banyaknya audiens diharapkan mampu menarik minat wisatawan serta investor asing pada industri pariwisata Indonesia. Selain itu, dengan diselenggarakannya acara berskala internasional ini, Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggaraan Kegiatan, Rizki Handayani, berharap akan munculnya kolaborasi. Tidak hanya antar pemerintah, tetapi dari kalangan pengusaha.

Acara launching Annual Meeting Global Tourism Forum 2022Acara launching Annual Meeting Global Tourism Forum 2022. Foto: Yasmin Nurfadila

"Ini waktunya kita berkolaborasi bersama untuk bangkit pascapandemi kepada sektor yang kita cintai ini. Untuk itu dengan terselenggaranya berbagai event internasional diharapkan mampu menggairahkan kembali industri pariwisata. Selain itu, kami juga perlu berkolaborasi banyak dengan maskapai, untuk membawa lebih banyak wisatawan," ujar Rizki dalam sambutannya pada acara launching Annual Event Global Tourism Forum 2022 (25/5/2022).

Ia menyinggung masalah maskapai karena menurut data yang diterimanya, terdapat banyak permintaan penerbangan ke Indonesia, salah satunya dari Australia. Namun, jumlah maskapai yang melayani belum sebanding dengan jumlah permintaan yang ada.

Tidak hanya itu, Rizki Handayani juga menegaskan bahwa Kemenparekraf berharap dengan keberadaan berbagai event internasional ini dapat mendatangkan investor yang mampu membantu pengembangan pariwisata Indonesia.

Fokus Pulihkan Bali

Ia juga menjelaskan pemerintah masih berfokus pada pemulihan Bali. Karena sebagai salah satu destinasi terpopuler, Bali dapat menjadi gerbang bangkitnya pariwisata Indonesia dengan menunjukkan kesiapannya mengadakan berbagai acara internasional.

"Tahun ini karena kita masa pemulihan Bali, kita fokus di Bali. Untuk kembali mengingatkan kepada yang lain bahwa kita siap. Bali dulu. Kemudian, tentunya kalo MICE (Meeting, Incentive, Convention, Exhibition) ada, image akan naik, akan menunjukkan bahwa destinasi kita ini aman, destinasi kita siap. Kalo image naik, yang kita harapkan kemudian adalah adanya investor masuk. Jadi melalui forum ini kita harapkan bisa benar-benar business to business," kata Rizki Handayani ketika ditemui selepas acara launching (25/5/2022).



Simak Video "3 Kota di Indonesia yang Banyak Dikunjungi Dalam 5 Tahun"
[Gambas:Video 20detik]
(ysn/fem)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA