Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

ADVERTISEMENT

Jumat, 27 Mei 2022 08:11 WIB

TRAVEL NEWS

Asyik! Jepang Buka Pintu untuk Grup Turis Mulai 10 Juni

Femi Diah
detikTravel
People make photographs beneath the cherry blossoms at the Fairmount Park Horticulture Center in Philadelphia, Friday, April 8, 2022. (AP Photo/Matt Rourke)
Ilustrasi wisata Jepang (AP/Matt Rourke)
Tokyo -

Jepang mengumumkan akan membuka pintu kembali untuk turis dari 36 negara mulai 10 Juni. Tetapi, ada syaratnya.

Dikutip dari AFP, Jumat (27/5/2022), pengumuman itu sekaligus menjadi penanda akhir pandemi dua tahun Jepang. Tidak sembarangan turis bisa masuk negeri sakura. Syarat turis untuk masuk Jepang adalah mereka bergabung dengan grup wisata.

Keputusan tersebut dibuat setelah pemerintah Jepang mengatakan menguji izin tur kelompok kecil dengan turis dari Amerika Serikat, Australia, Thailand, dan Singapura mulai Mei 2022.

Pemerintah kemudian merevisi kontrol perbatasan pada Kamis (26/5) dengan melanjutkan menerima paket wisata dari 36 negara. Yakni, turis dari wilayah dengan situasi Covid-19 yang relatif stabil, seperti Inggris, Spanyol, Kanada, Arab Saudi, dan Malaysia.

Jepang juga bakal menambah jumlah bandara yang menerima penerbangan internasional. Sehingga, total menjadi tujuh dengan menambahkan Naha di prefektur Okinawa selatan dan Chitose dekat Sapporo di Hokkaido utara.

Syarat Berwisata ke Jepang

Grup turis yang masuk ke Jepang masih harus mengikuti aturan lainnya. Pertama, semua orang harus dites negatif sebelum melakukan perjalanan ke Jepang.

Saat tiba pun, harus dites lagi. Ini berlaku untuk turis dari negara tertentu, meskipun telah vaksin tiga kali, dan ada karantina tiga hari bagi turis dari negara tertentu.

Kebijakan grup turis itu diyakini aktivitas turis bisa lebih mudah terpantau. Utamanya, terkait penerapan protokol kesehatan. Termasuk, memakai masker.

Media lokal memberitakan batas harian orang yang bisa masuk Jepang akan digandakan menjadi 20.000 orang mulai Juni, tetapi bisa jadi kelompok wisata tidak masuk dalam kuita tersebut.

Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida mengatakan ingin melonggarkan pengendalian perbatasan. Namun, langkah-langkah tersebut diperkirakan bakal berjalan lambat dengan dukungan publik yang kuat untuk pembatasan saat ini.

Jepang mencetak rekor 31,9 juta pengunjung asing pada 2019 dan telah berada di jalur yang tepat untuk mencapai tujuannya 40 juta pada 2020 sebelum pandemi melanda.



Simak Video "Jelajah Wisata Ramah Muslim di Jepang"
[Gambas:Video 20detik]
(fem/fem)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA