Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

ADVERTISEMENT

Sabtu, 28 Mei 2022 16:47 WIB

TRAVEL NEWS

Bingung Pilih Makanan Halal di Negeri Non Muslim? Begini Solusinya

Tim detikcom
detikTravel
Ilustrasi Makanan Halal di Thailand
Foto: Ilustrasi makanan halal (Fadhil Nugroho/d'Traveler)
Jakarta -

Saat berwisata ke luar negeri, tak jarang traveler akan kesulitan menemukan makanan yang betul-betul terjamin kehalalannya. Bagaimana mencari solusinya?

Umat muslim tak hanya diperintahkan mengonsumsi makanan yang halal, tapi juga yang thayyib atau baik. Sementara, Al quran pun telah mengklasifikasikan makanan mana saja yang haram dikonsumsi.

Biasanya traveler muslim akan memilih memakan daging sapi, ayam atau domba saat berada di negara yang mayoritas masyarakatnya non muslim. Akan tetapi, sebetulnya, meski halal, makanan tersebut bisa jadi haram apabila diperoleh dan diolah dengan cara yang tak halal, misalnya dengan penyembelihan yang tak sesuai dengan ajaran agama.

"Makanan yang selama ini halal di Indonesia, belum tentu juga di negara non muslim. Misalnya sesuatu yang disembelih tidak secara Islami," ujarnya. kata Buya Yahya melalui channel You Tubenya.

Akan tetapi, Buya Yahya menuturkan, makanan olahan ahli kitab dalam hal ini nasrani dan yahudi halal dikonsumsi dengan dua catatan. Pertama melihat jenis makanan yang pada dasarnya halal dan disembelih di bagian leher.

Misal, daging sapi dan kambing. Meski diolah oleh nasrani atau yahudi akan tetap halal apabila disembelih di bagian leher.

"Asalkan disembelih di leher, tidak ditusuk. Intinya memutuskan aliran nafas dan aliran makan," tutur Buya Yahya.

Kedua, hewan tersebut disembelih tidak digunakan untuk Tuhan selain Allah atau untuk sesajen misalnya. Jika traveler mengetahui cara penyembelihannya semacam itu maka akan haram, akan tetapi selagi traveler tidak mendengarnya, tidak apa apa.

"Selagi Anda tidak mendengar dan tidak tahu tidak apa-apa dan boleh dimakan. Dan Anda nggak perlu cari tahu nggak perlu bertanya," ujar Buya Yahya.

Namun di luar olahan nasrani dan yahudi, Buya Yahya menuturkan tak perlu dimakan. Ada perbedaan pula dari berbagai madzhab dalam mengklasifikasikan ahli kitab tersebut.

"Anda bisa makan yang lainnya membeli ayam hidup dan menyembelih sendiri," kata Buya Yahya. Solusi lainnya adalah mencari tempat makanan yang sudah dilabeli halal, sebab ada lembaga yang mengurusi.



Simak Video "Berburu Durian Sultan di Kawasan BSD Tangerang"
[Gambas:Video 20detik]
(elk/elk)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA