Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

ADVERTISEMENT

Selasa, 31 Mei 2022 15:40 WIB

TRAVEL NEWS

Viral, Pungli Rp 100 Ribu Masuk ke Gumuk Pasir

Viral ke Gumuk Pasir Parangtritis, Bantul ditarik Rp 100 ribu
Foto: dok. tangkapan layar IG @dwi***
Bantul -

Sebuah video di Gumuk Pasir, viral. Dalam video itu terlihat ibu-ibu yang meminta uang masuk Rp 100 ribu.

Video itu diunggah di beberapa akun viral di Instagram yang bersumber dari akun dwi***. Dalam video berdurasi pendek itu terdengar perekam video menanyakan mahalnya tarif masuk ke gumuk pasir.

"Kon (disuruh) bayar Rp 100 ribu padahal kita kerep ndene (sering ke sini) dan bayar parkir," kata pria perekam video tersebut.

Sementara itu, ibu-ibu yang menarik tarif itu tampak membawa segenggam kertas mirip karcis. Ibu-ibu yang memakai jilbab warna merah bermotif kembang itu menyebut tarif Rp 100 ribu itu karena gumuk pasir berada di pinggir jalan menuju Pantai Parangtritis berada di tanah pribadi.

"Soalnya lokasi yang ini punya pribadi punya hak milik, kalau di sana (gumuk pasir sebelahnya) milik Sultan Ground," jawab ibu-ibu tersebut.

Terkait video tersebut, Kepala Dispar Bantul, Kwintarto Heru Prabowo mengaku telah mengetahuinya. Kwintarto mengaku pihaknya juga telah datang langsung ke gumuk pasir hari ini.

"Hari ini sudah kita tindak lanjuti, kita sudah ke sana untuk melakukan pembinaan agar kejadian seperti itu tidak terulang lagi," kata Kwintarto kepada detikJateng, Selasa (31/5/2022).

Kwintarto menjelaskan ibu-ibu penarik tarif telah diminta untuk memasang tarif masuk ke gumuk pasir. Hal itu sebagai penerapan standarisasi usaha.

"Kita minta agar bisa menerapkan standarisasi usaha, karena usaha itu kan harus ada yang ditepati seperti pemasangan tarif. Karena menurut ibu itu kan menganggap yang bersangkutan mau prewed karena itu dimintai Rp 100 ribu, tapi ibu itu mungkin perlu sedikit dibina," ujarnya.

Terkait status lahan mempengaruhi tarif masuk ke Gumuk Pasir, Kwintarto masih menelusurinya. Sebab, pasir gumuk itu terus bergerak dan tak urung menutupi lahan pribadi milik warga.

"Gumuk itu terus bergeser, dari informasi ada lahan penduduk yang menutupi lahan penduduk. Karena ada pasir gumuk terbawa angin dan masuk leter c penduduk. Tapi untuk memastikan itu semua kita harus ke Kalurahan (Parangtritis) dulu," ucapnya.

***

Baca berita selengkapnya di sini.



Simak Video "Liburan Seru, Mengunjungi Perbukitan yang Berpasir, Yogyakarta"
[Gambas:Video 20detik]
(bnl/bnl)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA