Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

ADVERTISEMENT

Senin, 06 Jun 2022 14:18 WIB

TRAVEL NEWS

Wisata Mistis Bisa Jadi Penggerak Ekonomi dan Budaya

bonauli
detikTravel
Wisata mistis Singapura
Wisata mistis Singapura (Bonauli/detikcom)
Singapore -

Wisata mistis begitu identik dengan aktivitas paranormal di tempat angker. Di balik itu, wisata mistis punya arti yang mendalam dan penuh makna.

Dr. Thirumaran, kepala akademik dari James Cook University Singapura menjelaskan wisata mistis sebenarnya bisa menggerakkan ekonomi dan mempromosikan budaya di suatu daerah.

"Wisata mistis atau haunted tourism jadi salah satu penggerak ekonomi dalam pariwisata," ucapnya dalam meeting zoom dengan tema The Rise of Haunted Tourism beberapa waktu lalu.

Lebih lanjut, Dr. Thiru menjelaskan bahwa secara tak sadar wisata mistis terhubung dengan banyak aspek kehidupan. Mulai dari segi budaya, kultur sampai sejarah.

Unsur-unsur ini saling berkaitan, sehingga memberikan warna dan rasa yang berbeda dalam wisata mistis. Sejarah wisata mistis sendiri sudah ada dari zaman dulu.

"Orang ASEAN punya konteks yang luas soal ini. Dulu orang percaya dengan ilmu hitam, hantu, dewa di pohon, sungai dan lainnya. Ada elemen kematian yang bercampur dengan kepercayaan dan agama di sana," jelasnya.

Matilda House di SingapuraMatilda House di Singapura Foto: (Bonauli/detikcom)

Salah satu budaya yang berkaitan dengan dunia mistis adalah Hungry Ghost Festival. Festival ini masih dirayakan di Singapura, Thailand dan Malaysia, sebagai bentuk kepercayaan orang Tionghoa yang masih melekat.

"Dalam Hungry Ghost Festival, warga membakar kertas di dekat makanan untuk orang yang sudah meninggal. Barangsiapa menginjak makanan tersebut baik sengaja maupun tidak dipercaya akan sakit," katanya.

Tak hanya bicara Singapura, Dr. Thiru pun sempat menyinggung wisata mistis di Indonesia. Salah satunya film KKN Di Desa Penari.

"Saya belum menonton, tapi sudah melihat trailernya. Ini film yang menarik, salah satu yang harus ditonton," katanya.

Di tengah pandemi, pertemuan virtual menjadi marak. Dr. Thiru berpendapat bahwa wisata mistis sah-sah saja jika ingin dibuat virtual.

"Yang penting bisa jadi exciting, Tapi kita juga harus melakukannya di tempat yang memberikan nuansa seram," ucapnya.

Selama ini wisata mistis kerap dipandang sebelah mata. Sehingga perlu bantuan dari operatur tur dan pemerintah untuk mendukung ini.

"Bisa lewat travel agent, mereka yang koordinasi bentuk wisatanya dan memberikan brosur kepada wisatawan," jelas Dr. Thiru.

"Saya rasa ada masa depan cerah untuk wisata mistis. Kita bisa mempromosikan budaya lewat ini. Saat ini kita hanya belum memasukkan kultur itu di wisata mistis. Padahal ada banyak wisata mistis di dunia," pungkasnya.



Simak Video "Ruben Onsu Rutin Cek Kesehatan Sebulan Sekali di Singapura"
[Gambas:Video 20detik]
(bnl/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA