Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

ADVERTISEMENT

Rabu, 08 Jun 2022 23:04 WIB

TRAVEL NEWS

Geger Nupur Sharma dan Berbagai Reaksi Negara Mayoritas Muslim

Yasmin Nurfadila
detikTravel
Warga India dan Pakistan gelar aksi protes atas komentar Nupur Sharma yang hina Nabi Muhammad SAW. Mereka teriakkan slogan anti-India dan injak poster Nupur Sharma.
Kecaman terhadap pernyataan Nupur Sharma (Foto: AP Photo)
Jakarta -

Dalam sebuah debat yang ditayangkan di salah satu televisi di India, Nupur Sharma mengutarakan pernyataan yang dianggap menghina Nabi Muhammad SAW. Kemudian hal ini diperparah oleh cuitan dari Naveen Jindal yang ikut menghina Nabi Muhammad SAW.

Nupur Sharma merupakan seorang juru bicara dari Partai Bharatiya Janata (BJP). Partai ini merupakan partai penguasa di India serta partai pengusung Perdana Menteri India saat ini, Narendra Modi. Sedangkan Naveen Jindal merupakan kepala bagian media dari BJP Delhi.

Status Sharma dan Jindal yang tergabung dalam partai penguasa India, membuat negaranya terseret. Berita mengenai India menghina Nabi Muhammad SAW tersebar dengan sangat cepat ke dunia internasional.

Penghinaan ini tidak hanya menimbulkan reaksi lokal. Negara-negara berpenduduk muslim, terutama negara-negara Arab menyatakan kecamannya. Berikut beberapa reaksi dari negara-negara dan organisasi Islam yang dikumpulkan dari berbagai sumber:

Indonesia

Kementerian Luar Negeri Indonesia (Kemlu RI) memanggil Dubes India untuk RI terkait pernyataan Nupur Sharma. Pada pertemuan itu Kemlu RI mengutuk keras pernyataan politikus India itu.

Jubir Kemlu RI Teuku Faizasyah mengatakan Dubes India untuk RI Manoj Kumar Bharti diterima langsung oleh Direktur Jenderal Asia Pasifik dan Afrika (Aspasaf) Abdul Kadir Jailani. Pertemuan digelar pada Senin (6/6) sore.

"Memang Dirjen Aspasaf menerima Dubes India sore ini di Kemlu terkait komentar tersebut," kata Jubir Kemlu RI Teuku Faizasyah kepada wartawan, Senin (6/6/2022).

Afganistan

Pemerintah Taliban di Afganistan menyebutkan bahwa India seharusnya tidak memperbolehkan adanya pernyataan fanatik yang menghina Islam dan menyinggung perasaan umat Muslim.

Bahrain


Bahrain mengkritisi pernyataan Sharma dan menggarisbawahi pentingnya untuk menghargai semua simbol keagamaan, kepribadian, dan kepercayaan. Bahrain juga menyerukan perlunya mengkonfrontasi ide-ide ekstrim yang dapat melahirkan kebencian terhadap agama.

Iran


Media nasional Iran menyebut pernyataan Sharma sebagai 'penghinaan terhadap Nabi dari umat Muslim'. Menteri Luar Negeri Iran juga memanggil Duta Besar India atas insiden tersebut.

Kuwait


Kuwait mendesak adanya permintaan maaf yang dilakukan di depan publik. Pemerintah Kuwait juga memanggil Duta Besar India serta memberinya surat protes yang menyatakan pengecaman atas pernyataan dari Sharma. Tidak hanya itu, Kuwait juga memperingatkan jika insiden ini tidak diberi sanksi, maka India akan melihat adanya peningkatan ekstrimisme dan kebencian.

Oman


Mufti Agung dari Kesultanan Oman, Ahmed bin Hamad Al Khalili mengutarakan kemarahannya atas penghinaan tersebut. Ia menyebutnya sebagai 'perang terhadap semua Muslim'. Hal ini kemudian diikuti oleh respon negatif bahkan pemboikotan produk-produk India di negara-negara Arab di Teluk Persia (GCC).

Qatar


Kementrian Luar Negeri Qatar memanggil dan memberi Duta Besar India sebuah surat protes yang juga mengecam insiden India menghina Nabi ini. Qatar juga mendesak adanya permintaan maaf secara publik dan pengecaman segera dari India.

Saudi Arabia


Menteri Luar Negeri Saudi Arabia meluncurkan pernyataan yang menyatakan bahwa komentar Sharma 'menghina' dan menyerukan adanya 'penghormatan terhadap agama dan kepercayaan'. Selain itu, Arab Saudi juga menyambut keputusan BJP untuk menskors Sharma.

Imam dan Ulama Masjidil Haram dan Masjid Nabawi


Imam dari dua masjid suci, Syekh Sudais mengeluarkan pernyataan resmi terkait insiden ini. "Kepresidenan Umum untuk Urusan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi mengecam atas nama Presiden dan atas nama para khatib, imam, ulama, dan pegawai Kepresidenan atas pernyataan dan penggambaran Nabi Muhammad SAW yang menghina," ungkap Syekh Sudais dalam pernyataan tersebut.

"Ditekankan bahwa tindakan keji seperti itu tidak menunjukkan penghormatan terhadap agama, dan bahwa mereka yang melakukan tindakan seperti itu tidak membaca biografi Nabi Muhammad SAW, karena itu lebih baik daripada menginjak-injak bumi, dan cahaya kemanusiaan, semoga doa dan kedamaian Allah ada padanya, dan rahmat yang dianugerahkan kepada alam semesta," imbuh Syekh Sudais.

Organisasi Kerja Sama Islam (Organisation of Islamic Cooperation)


Dikutip dari Al Jazeera, organisasi ini menyebutkan bahwa pernyataan Sharma datang dalam konteks yang 'mengintensifkan kebencian dan pelecehan terhadap Islam di India dan praktik sistematis terhadap Muslim'.

Selain menimbulkan berbagai reaksi resmi, insiden India menghina Nabi ini juga berdampak besar pada produk-produk India di negara-negara Arab. Salah satunya seperti yang terjadi di Kuwait, berdasarkan laporan Al Jazeera TV pada Senin (6/6/2022), terjadi penarikan produk-produk India dari beberapa toko.



Simak Video "Polisi India Tembak Mati 2 Pedemo soal Pelecehan Nabi Muhammad"
[Gambas:Video 20detik]
(ysn/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA