Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

ADVERTISEMENT

Sabtu, 11 Jun 2022 20:02 WIB

TRAVEL NEWS

Warga Thailand Rayakan Ganja Legal di Kafe, Penasaran Seenak Apa

Thailand Legalkan Ganja, tapi Tak Anjurkan Rokok
Foto: Warga Thailand membeli ganja di sebuah toko bernama Highland Cafe (Sakchai Lalit/AP)
Bangkok -

Thailand telah melegalkan budidaya ganja. Kebijakan ini disambut baik oleh sebagian warga yang langsung merayakannya.

Dikutip dari AP oleh detikTravel, Sabtu (11/6/2022), warga Thailand merayakan pelegalan ganja. Mereka bisa membeli ganja di kafe-kafe.

Salah satu kafe yanng menjual ganja adalah Highland Cafe di Bangkok. Pelanggan pertama kafe itu bernama Rittipomng Bachkul. Dia merayakan sejarah Thailand itu pada Kamis (9/6/2022). Tampak pula staf yang telah memilih ganja untuk pelanggannya.

Ada pula pelanggan lain yang datang ke kafe untuk mencicipi ganja dan membuktikan seenak apa setelah merasakannya.

"Saya ingin mencoba untuk mengetahui bagaimana rasanya 'high' (teler). Apa saya akan merasa seperti terbang atau hiperaktif?" ujar Mongkonwit Phuekkhao, salah satu warga Thailand yang mengantre di depan salah satu toko di Bangkok.

Thailand Legalkan Ganja, tapi Tak Anjurkan RokokThailand legalkan Ganja, tapi melarang untuk dihisap Foto: (Sakchai Lalit/AP)

Pada akhir pekan ini, rencananya ada perayaan yang diselenggarakan oleh Highland Legalization, sebuah kelompok advokasi ganja Thailand. Nantinya akan ada pertunjukan musik selama dua hari, diskusi panel dan penjualan makanan ganja.

Kebijakan terkait pelegalan ganja ini membuat Thailand menjadi negara pertama di Asia yang mendeskriminalisasi ganja untuk medis dan industri. Food and Drug Administration memutuskan untuk menghapus semua tanaman dari kategori obat-obatan narkotika.

Langkah-langkah pelegalan ganja ini membuka jalan bagi penggunaan medis dan pribadi dari semua tanaman ganja, termasuk bunga dan bijinya. Akan tetapi ganja tetap dilarang untuk dihisap.

"Kami masih memiliki peraturan di bawah undang-undang yang mengontrol konsumsi, merokok atau penggunaan ganja dengan cara yang tidak produktif," kata Menteri Kesehatan Thailand, Anutin Charnvirakul, seperti dikutip dari CNN Travel.

Kafe dan restoran juga bisa menyajikan makanan dan minuman yang mengandung ganja. Meski demikian jika produk tersebut mengandung kurang dari 0.2% tetrahydrocannabinol (THC), senyawa psikoaktif utama tanaman tersebut.

Ada hukuman keras yang ditetapkan di bawah undang-undang kesehatan masyarakat. Untuk merokok ganja di depan umum, masyarakat bisa dikenai hukuman tiga bulan penjara hingga denda USD 800.



Simak Video "Momen Thailand Bagi-bagi 1 Juta Tanaman Ganja Gratis untuk Warga"
[Gambas:Video 20detik]
(elk/fem)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA