Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

ADVERTISEMENT

Senin, 13 Jun 2022 15:15 WIB

TRAVEL NEWS

Candi Asu, Warisan Dunia yang Tersembunyi di Prambanan

Kompleks Candi Gana di Desa Bugisan, Kecamatan Prambanan, Klaten. Foto diambil pada Sabtu (12/6/2022).
Candi Gana atau Candi Asu di Prambanan, Klaten, Jateng (Foto: Achmad Hussein Syauqi/detikJateng)
Klaten -

Candi yang masuk Warisan Dunia di Prambanan bukan hanya Candi Prambanan. Sebenarnya ada beberapa candi lain yang juga masuk dalam warisan dunia.

Candi-candi ini antara lain Candi Sewu, Candi Lumbung, Candi Bubrah dan Candi Gana/Asu. Semua candi ini berada di Propinsi Jawa Tengah.

Candi Gana/Asu terletak di luar pagar dan ditengah-tengah perkampungan penduduk. Tidak banyak masyarakat yang mengetahui keberadaan Candi Gana.

Mengutip Situs Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi, Senin (13//6/2022) Candi Gana terletak di Dusun Bener, Kelurahan Bugisan, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten, Jateng.

Keberadaan Candi Gana erat kaitannya dengan keberadaan candi- candi di kawasan Prambanan dan bahkan Candi Gana ini juga termasuk bangunan yang telah ternominasi menjadi Warisan Dunia dengan sebutan Candi Asu bersama Candi Prambanan, Candi Sewu, Candi Lumbung dan Bubrah.

Candi Gana merupakan candi Buddha yang berkedudukan sebagai subordinat, menjadi bagian dari Candi Sewu sebagai superdinat atau pusatnya dan membentuk sebuah konsep mandala dalam agama Buddha.

Candi Gana dibangun sekitar abad IX M diketahui berdasarkan bentuk perbingkaian kaki dan bawah tubuh candi yaitu bingkai belah rotan dan sisi genta. Bentuk-bentuk belah rotan dan sisi genta merupakan tanda-tanda bangunan yang dibangun pada abad IX M saat Mataram kuno diperintah oleh dinasti Syailendara.

Berdasarkan hasil rekontruksi, Candi induk Gana berdenah bujur sangkar. Profil kaki candi yang tersisa terdiri dari bingkai rata, padma dan belah rotan. Pada sisi barat terdapat sebuah tangga yang komponennya belum lengkap dan strukturnya menyatu dengan kaki candi. Keberadaan tangga ini dapat menjelaskan arah hadap candi, yaitu ke arah barat.

Candi ini mengutip detikJateng, tengah dipugar. Di lokasi yang dipagari besi hanya ada bebatuan komponen candi yang jumlahnya ratusan. Komponen batuan itu mulai dari batu-batu bertakik, kemuncak, batu relief, kala, dan sebagainya.



Simak Video "Bersantai di Atas Floaties Menikmati Suasana Sejuk Kota Bogor"
[Gambas:Video 20detik]
(ddn/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA