Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

ADVERTISEMENT

Selasa, 14 Jun 2022 14:04 WIB

TRAVEL NEWS

Tiket Pesawat Mahal, Sandiaga Sebut Upaya Subsidi Silang

Ilustrasi Tiket Pesawat Online
Ilustrasi tiket pesawat (Foto: shutterstock)
Jakarta -

Tiket pesawat saat ini terbilang mahal bagi sebagian besar kalangan. Untuk meredam itu, Menparekraf Sandiaga Uno menyebut adanya upaya subsidi silang.

Dalam hal ini, ia tak merinci dengan jelas akan subsidi yang dimaksud, apakah itu untuk penerbangan domestik atau kah internasional.

"Strategi subsidi silang juga dapat menjadi salah satu upaya meredam lonjakan harga tiket pesawat yang mempengaruhi tingkat keinginan bepergian wisman," kata Sandiaga.

Lebih lanjut, kata dia, maskapai penerbangan saat ini masih dalam posisi merevitalisasi. Ia lalu menyampaikan kembali perkataan Menhub Budi Karya Sumadi tentang kecepatan pemulihan suatu maskapai.

"Beliau menyampaikan pemulihan industri penerbangan di sejumlah negara akan terjadi, namun waktu dan kecepatannya berbeda-beda tergantung dari karakteristik wilayah geografis dan juga kebijakan masing-masing negara," kata dia.

"Pemulihan industri penerbangan di Indonesia, misalnya, membutuhkan waktu beberapa bulan ke depan. Hasil koordinasi dengan BUMN diketahui bahwa Garuda Indonesia saat ini tengah menyelesaikan perpanjangan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) hingga Juni 2022," imbuh dia.

Sandiaga juga menjelaskan terkait strategi meningkatkan penerbangan Internasional dari dan ke Indonesia dalam upaya peningkatan jumlah kunjungan wisata. Namun, harga avtur juga masih menjadi salah satu masalah utama.

"Merujuk pada informasi milik Pertamina, harga avtur untuk 1-14 Juni 2022 di Bandara Soekarno-Hatta Rp 15.748 per liter. Angka ini naik dari bulan sebelumnya, 1-14 Mei 2022 yang sebesar Rp 14.969 per liter," kata dia.

"Tantangan ini perlu kita atasi bersama seluruh stakeholder pariwisata, apa yang sebenarnya diharapkan oleh konsumennya. Harga tiket murah atau kemudahan akses penerbangan langsung O-D (Originasi-Destinasi) atau fasilitas layanan dalam penerbangannya, ketiga point tersebut merupakan aspek utama yang menentukan besaran harga tiket penerbangan tersebut," terang dia.

Saat ini, Kemenparekraf tengah berkoordinasi secara intens bersama pihak-pihak terkait baik Kementerian BUMN, Kementerian Perhubungan, maupun maskapai penerbangan untuk membuka dan menambah frekuensi penerbangan ke Indonesia utamanya Bali.

Meningkatnya frekuensi penerbangan, kata Sandiaga, akan menekan harga tiket sehingga lebih terjangkau oleh wisatawan.

"Kemenparekraf saat ini tengah menjajaki kerjasama dengan maskapai nasional dan asing, sehingga diharapkan dapat meningkatkan seat load faktor pesawat yang nantinya maskapai tersebut dapat membawa lebih banyak wisatawan dari dan ke Indonesia," jelas dia.



Simak Video "Alasan Harga Tiket Pesawat Semakin Mahal"
[Gambas:Video 20detik]
(msl/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA