Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

ADVERTISEMENT

Senin, 13 Jun 2022 21:26 WIB

TRAVEL NEWS

Wisman Meningkat 499%, Eh Pesawatnya Malah Masuk Bengkel

Menparekraf Sandiaga Uno
Menparekraf Sandiaga Uno (Foto: Ahmad Masaul Khoiri/detikcom)
Jakarta -

Pemulihan pariwisata semakin terlihat nyata seiring pengendalian pandemi. Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno juga membeberkan kendala selanjutnya adalah banyak pesawat masuk bengkel.

Data terbaru, terjadi peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) yang sangat baik. Jumlah perbandingannya pun sangat tinggi.

"Jumlah kunjungan wisman di bulan April 2022 melalui pintu masuk utama mencapai 111 ribu dan ini naik lima kali lipat atau 499% dibanding tahun sebelumnya di bulan yang sama," kata Sandiaga dalam temu wartawan mingguan, Senin (13/6/2022).

"Dibanding bulan sebelum meningkat 172%. Pada bulan April 2022 wisman yang datang didominasi dari Australia 14%, Singapura 11,4%, Malaysia 7,8%, India 6,1%, dan Inggris 5,5%," imbuh dia.

Sandiaga pun sangat optimis di bulan Mei akan meningkat signifikan pula. Itu seiring penambahan frekuensi penerbangan dan pembukaan kembali rute penerbangan ke Bali.

"Kami memprediksi puncaknya pada Juli-Agustus mendatang. Mudah-mudahan jika situasi pandemi terkendali. Maka penerbangan ke Bali terus meningkat," kata dia.

"Kita optimis target tahun ini akan tercapai. Pergerakan wisnus sebanyak 550 juta, kemarin saat mudik sebagian tercapai, kunjungan wisman 1,8-3,6 juta dan realiassasi investasi pariwisata tahun ini sebesar USD 2,5 miliar," terang Sandiaga.

Pihaknya terus berkoordinasi dengan segala pihak untuk membuka dan menambah frekuensi, khususnya Bali. Namun pesawat banyak yang masuk bengkel.

Maintenance pesawat pun antre

Pandemi juga membawa efek lanjutan yang tak main. Begitu banyak pesawat yang masuk bengkel karena terlalu lama didiamkan.

Kejadian itu tak hanya menimpa maskapai di Indonesia. Kata Sandiaga, maskapai dari luar negeri pun mengalaminya dan banyak armadanya menunggu perbaikan.

"Tantangannya sekarang maskapai sekarang mengalami kendala untuk membuka rute dan menambah jadwal. Karena terbatasnya jumlah pesawat," kata Sandiaga.

"Meskipun permintaan meningkat tapi jumlah pesawat yang sangat terbatas mengakibatkan kita harus mengkalibrasi ulang. Termasuk bagaimana kita mempromosi pariwisata Indonesia. Massif iya," terang dia.

"Maskapai saat ini telah melakukan revitalisasi. Saat ini (di Indonesia) ada sekitar 350 pesawat yang beroperasi dari 550. Ini yang perlu disikapi karena masih mengalami maintenance," terang Sandiaga.



Simak Video "Kabar Baik! Kunjungan Wisman ke RI Meroket Hingga 40 Persen"
[Gambas:Video 20detik]
(msl/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA