Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

ADVERTISEMENT

Rabu, 15 Jun 2022 21:20 WIB

TRAVEL NEWS

Cak.. Cak.. Cak.. Siapa yang Rindu Nonton Tari Kecak?

Syanti Mustika
detikTravel
Tari Kecak di Pura Uluwatu
Tari Kecak di Pura Uluwatu (Syanti/detikcom)
Jakarta -

Sepertinya tak afdal bila datang ke Bali tidak menonton pertunjukan tari Kecak di Pura Uluwatu. Sini, detikTravel kasih bocoran suasana terbaru di sana.

Salah satu tempat untuk menonton pertunjukan tari Kecak di Bali yaitu di Pura Uluwatu. Pura ini berada di Desa Adat Pecatu, Badung. Jarak tempuh dari bandara sekitar 50 menit berkendara.

Untuk masuk ke pura, kamu harus membeli tiket masuk sebesar Rp 30 ribu per orang. Sedangkan turis asing alias bule dikenakan biaya Rp 50 ribu per orang.

Oh iya, pertunjukan tari Kecak di Uluwatu dimulai pada pukul 18.00 Wita-19.00 Wita. Jadi sebelum kamu datang ke panggung, bisa dulu berkeliling kawasan pura untuk menikmati pemandangan laut dan mendengar hempasan ombak di tebingnya.

Tari Kecak di Pura UluwatuPenonton menunggu pertunjukan Tari Kecak di Pura Uluwatu Foto: (Syanti/detikcom)

Traveler perlu hati-hati nih berkeliling kawasan pura karena di sana hidup puluhan monyet. Pura memiliki hutan kecil yang disebut Alas Kekeran yang juga menjadi rumah monyet di sini.

Sering kali monyet-monyet ini merebut barang bawaan wisatawan seperti ponsel, kacamata, gelang, selendang dan benda-benda kecil dan unik lainnya. Jadi traveler yang berkunjung diharapkan untuk waspada terhadap barang bawaannya.

Menjelang sore, wisatawan yang datang ke pura semakin ramai. Antrian tiket pertunjukan tari Kecak pun dibuka pada pukul 17.00 Wita atau 5 sore. Jadi disarankan traveler untuk telah berada di dekat loket apabila ingin membeli tiket. Adapun harga tiket pertunjukan Rp 150 ribu per orangnya.

Tiket pun juga bisa kamu beli secara online kok, jadi tidak perlu mengantri atau berebut tiket di both tiket. Namun kamu harus menukarkan e-tiket pada loket namun khusus jalur online.

Penonton pun mulai memadati panggung. Ragam wajah domestik dan internasional satu persatu memadati area penonton. Setelah lebih 2 tahun tidak bisa berkunjung ke Bali, para wisatawan sepertinya bersemangat sekali melepas rindu mereka mendengar 'cak..cak..cak' di liburan mereka.

Kebanyakan dari penonton tidak lagi menggunakan masker. Longgarnya aturan, membuat kita lebih leluasa lagi bernafas dan menunjukan ekspresi muka dengan leluasa, bukan? Sebelum pertunjukan pun, mereka habiskan waktu untuk berfoto-foto.

Namun sayang sekali, Sang Mentari tak muncul alias mendung di sore itu. Sedikit kecewa sebenarnya, tapi ya sudah. Mungkin Bali mengundang kita untuk balik lagi supaya menikmati sunset di lain waktu.

Pertunjukan pun di mulai. Para penonton begitu antusias hingga mereka juga mengabadikan pementasan. Gelak tawa pun ramai tatkala Hanoman muncul dan masuk di antara padatnya penonton.

Hampir 60 menit pertunjukan, tepuk tangan penonton pun menghiasi akhir pertunjukan.

Tari Kecak di Pura UluwatuHanoman di antara para penonton Foto: (Syanti/detikcom)

Cerita yang ditampilkan pada tari Kecak

Tidak banyak percakapan yang ditampilkan pada penampilan tari Kecak di Uluwatu. Namun traveler bisa memahaminya melalui selebaran yang dibagikan pada saat pembelian tiket. Di situ terdapat rangkuman cerita yang ditampilkan.

Sejatinya, tari Kecak adalah tarian sakral dimana berkaitan dengan komunikasi dengan leluhur. Namun semenjak tahun 1930-an mulailah diselipkan cerita epos Ramamyanan ke dalam cerita tarian tersebut.

Singkat cerita,Sri Rahma, putra mahkota dari Kerajaan Ayodya diasingkan dari kerajaan karena akal busuk ibu tirinya, Dewi Kakayi. Ditemani istrinya, Dewi Sinta dan adik laki-lakinya Laksamana, mereka pergi ke Hutan Dandaka.

Tari Kecak di Pura UluwatuTari Kecak di Pura Uluwatu Foto: (Syanti/detikcom)

Keberadaan mereka di hutan pun diketahui oleh Rahwana, seorang raja yang jahat dan terpikat dengan Dewi Sinta. Dia pun mencari cara untuk menculik Dewi Sinta.

Dibantu oleh patihnya, mereka pun berhasil menculik Dewi Sinta dan membawanya kabur ke Alengka Pura. Rama dan Laksamana pun berusaha menyelamatkan Sinta.

Dengan bantuan bala tentara kera di bawah panglima Hanoman, mereka pun berhasil mengalahkan Rahwana dan menyelamatkan Dewi Sinta.



Simak Video "Tari Kecak Uluwatu Bali yang Sarat dengan Filosofi Mistis"
[Gambas:Video 20detik]
(sym/wsw)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA