Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

ADVERTISEMENT

Rabu, 22 Jun 2022 13:05 WIB

TRAVEL NEWS

Arus-Gelombang Jadi Dugaan Penyebab Abrasi di Amurang

bonauli
detikTravel
Apa yang dimaksud dengan abrasi? Abrasi air laut di Pantai Amurang menerjang wilayah Minahasa Selatan, Sulawesi Selatan.
Abrasi di Amurang (ANTARA FOTO/ADWIT B PRAMONO)
Jakarta -

Abrasi yang terjadi di Amurang, Kabupaten Minasaha pada Rabu (15/6) lalu membuat heboh masyarakat. Tak ada korban jiwa, namun abrasi ini membuat puluhan rumah hanyut dan lainnya rusak parah.

Bencana ini terjadi pada pukul 14.00 WITa. Mulai dari jembatan, area parkir sampai penginapan ambruk ke laut.

Widodo S. Pranowo, Peneliti Ahli Utama Bidang Oseanografi Terapan dan Manajemen Pesisir, pada Pusat Riset Iklim dan Atmosfer (PRIMA), Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menduga adanya gelombang dan arus yang jadi penyebab abrasi.

"Pesisir Pantai Boulevard, Kelurahan Bitung dan Kelurahan Uwuran Satu, Kecamatan Kepulauan Amurang, Kabupaten Minahasa Selatan, Provinsi Sulawesi Utara, secara geografis terletak di Teluk Amurang yang berbatasan langsung dengan Laut Sulawesi," ucapnya pada detikTravel.

Lebih lanjut, Widodo menjelaskan bahwa secara teoritik, bentuk teluk ini bisa menyebabkan refraksi gelombang laut ketika memasuki teluk.

Data oseanografi abrasi di AmurangGambar grafik elevasi muka laut yang dibangkitkan gaya pasang surut di Stasiun Labuhan Uki dan Stasiun Manado pada 15 Juni 2022 Foto: (Widodo S. Pranowo/BRIN)

Refraksi adalah bergeraknya gelombang menuju pantai yang kemudian mengalami proses perubahan garis puncak gelombang, kemudian gelombang tersebut berusaha bergerak sejajar dengan kontur garis pantai.

"Jadi, secara teoritik, gelombang laut tersebut seperti terjebak di dalam teluk, kemudian mengalami akumulasi energi menghantam pantai lalu bergerak sejajar pantai sambil menggerus pantai di dalam Teluk Amurang," jelasnya.

Hidrodinamika arus penggerus Pantai Boulevard pada 15 Juni 2022, diduga cukup kompleks. Ada dua gaya pembangkit arus yang datangnya dari arah berlawanan di depan mulut Teluk Amurang, yang kemudian masuk ke Teluk Amurang.

"Arus akibat gaya pasang surut bergerak menuju ke arah Timur-Laut, sedangkan arus akibat angin dan gelombang laut bergerak menuju ke barat," katanya.

Kedua arus tersebut kemudian bergerak masuk ke Teluk Amurang menciptakan energi yang dahsyat menggerus pantai di dalam Teluk Amurang.

Data oseanografi abrasi di AmurangGambar hasil akuisisi citra satelit Himawari pada 15 Juni 2022 sekitar pukul 14:00 waktu setempat memperlihatkan angin dan awan. Teluk Amurang posisinya berada didalam kotak putih. Foto: (Widodo S. Pranowo/BRIN)

"Apabila data elevasi muka laut yang diakibatkan oleh murni gaya pasang surut di 2 (dua) stasiun milik Badan Informasi Geospasial (BIG), maka terlihat bahwa pada tanggal 15 Juni 2022 antara pukul 13.00 WITa hingga 17.00 WITa waktu setempat, elevasi muka laut di Stasiun Labuhan Uki adalah lebih tinggi daripada di Stasiun Manado. Secara teori, air mengalir dari elevasi yang lebih tinggi menuju elevasi yang lebih rendah," ulasnya.

Artinya akan terjadi aliran massa air yang bergerak ke timur laut, yakni dari arah Stasiun Labuhan Uki menuju ke Stasiun Manado. Aliran massa air tersebut akan memiliki peluang yang sangat besar masuk ke Teluk Amurang. Karena posisi Teluk Amurang berada di antara Labuhan Uki dan Manado.

Selanjutnya, apabila meninjau data angin dan data gelombang laut, maka dapat dilihat bahwa pada tanggal 15 Juni 2022 antara pukul 12.00 WITa hingga 14.00 WITa, angin di depan mulut Teluk Amurang bergerak menuju ke arah Barat dengan kecepatan antara 9 hingga 13 knot, dan diperkirakan menghasilkan gelombang setinggi 0,6 hingga 0,8 meter," jelas peneliti Advisory Board untuk Korea - Indonesia Marine Technology Cooperation Research Center (MTCRC) tersebut.

Angin dan gelombang ini kemudian membangkitkan arus yang bergerak masuk ke Teluk Amurang menambah kekuatan arus yang dibangkitkan oleh gaya pasang surut yang juga masuk ke Teluk Amurang. Berdasarkan data citra satelit Himawari, selain menampilkan arah pergerakan angin, terlihat juga adanya kumpulan awan yang sangat tebal di atas Teluk Amurang.

"Terkait dengan struktur geologi, geomorfologi tanah pesisirnya, dan kekuatan bangunan pantai penahan gelombang, saya tidak bisa memberikan analisis dugaan karena bukanlah kepakaran saya. Hal tersebut tentunya perlu diinvestigasi secara lebih mendalam menggunakan instrumen pengukur kekuatan tanah, dan instrumen pengukur kekuatan bangunan pantai penahan gelombang," pungkas Widodo.



Simak Video "Cegah Abrasi Susulan, BMKG Intensifkan Alat Pengamatan Cuaca di Pantai Minahasa"
[Gambas:Video 20detik]
(bnl/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA