Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

ADVERTISEMENT

Jumat, 01 Jul 2022 14:17 WIB

TRAVEL NEWS

Petirtaan Watugede Dulu Dihiasi Arca, Kok Sekarang Nggak Ada?

Putu Intan
detikTravel
Petirtaan Watugede di Malang
Petirtaan Watugede. Foto: Putu Intan/detikcom
Malang -

Tak cuma Candi Singosari, Petirtaan Watugede juga dihiasi arca. Namun beberapa arca tak ada di sana.

Petirtaan Watugede merupakan kolam yang dulunya berfungsi sebagai pemandian para putri, termasuk Ken Dedes. Kolam ini begitu istimewa karena airnya bersumber dari bawah pohon Lo yang berada di sebelah timur kolam. Hingga saat ini, kolam itu terus terisi air dan diyakini tak pernah kering.

Bila datang ke sana, traveler akan melihat struktur batuan ratusan tahun yang membentuk kolam tersebut. Berdasarkan informasi dari Kemendikbud, kolam ini dibangun pada abad ke-14 atau di era Kerajaan Majapahit.

Akan tetapi menurut juru kunci Petirtaan Watugede, Agus, kolam ini sudah ada sejak masa Tumapel. Sebagai peninggalan masa Jawa Kuno, tak heran bila kolam ini juga dilengkapi arca.

Menurut purbakalawan masa Hindu Buddha, Suwardono, arca di Petirtaan Watugede berfungsi sebagai transformator atau keran air. Bentuknya pun bermacam-macam, ada arca anak kecil, makara dan perempuan dengan payudara besar.

"Transformator itu semua bertujuan untuk melegitimasi dari air biasa menjadi air suci (amerta). Transformator-transformator itu selalu dihubungkan dengan air suci," kata Suwardono.

"Seperti contohnya makara adalah hewan laut mitologi, anak kecil dengan kemaluannya (kemaluan laki-laki adalah simbol Lingga), payudara wanita berhubungan dengan air susu. Semua itu dianggap sakral oleh kepercayaan Hindu," sambungnya.

Awalnya, ada sejumlah arca di sana. Sayang, kini tersisa satu arca saja.

"Arca-arcanya ada yang sudah dibawa ke Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Trowulan," ujarnya.

Selain itu, beberapa arca juga hilang dicuri. Suwardono menjelaskan, pencurian terjadi karena dulu minim pengamanan.

"Waktu itu pengamanan kurang memadai. Sementara banyak kolektor yang senang benda-benda seperti itu. Jadi ya rentan pencurian. Tidak hanya di Watugede saja. Di semua situs rata-rata terjadi pencurian seperti itu," pungkasnya.



Simak Video "Melihat Koleksi Benda Purbakala di Rumah Arca Boyolali"
[Gambas:Video 20detik]
(pin/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA