Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

ADVERTISEMENT

Kamis, 14 Jul 2022 16:40 WIB

TRAVEL NEWS

5 Tahun Dicari, Kodok Merah Langka Akhirnya Ketemu di Gunung Salak

Syahdan Alamsyah
detikTravel
Kodok Darah atau Kodok Merah di Kawasan TNGHS
Foto: Kodok merah langka (Rahmat Hidayat/KLHK)
Sukabumi -

Dicari-cari keberadaannya sejak 5 tahun terakhir, spesies Kodok Merah yang langka akhirnya ditemukan kembali di Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS).

Kabar membahagiakan itu datang dari Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS). Spesies Kodok Darah atau dikenal dengan nama Kodok Merah akhirnya muncul kembali di kawasan taman nasional itu.

Satwa yang termasuk kategori langka itu adalah satu-satunya kodok yang masuk ke dalam daftar hewan dilindungi dalam PP No 7 Tahun 1999. Hewan dengan nama latin Leptophryne cruentata itu ditemukan muncul pada tahun 2020 silam.

Terakhir, satwa nokturnal itu juga terlihat di tahun 2021. Menurut pihak TNGHS penantian munculnya Kodok Merah itu sudah ditunggu selama 5 tahun terakhir.

"Juni tahun 2020 ketika memasuki masa Pandemi COVID-19, kami bersama tim survey bersama-teman-teman TNGHS menemukan kodok merah atau kodok darah itu di kawasan TNGHS yang memang dinyatakan ini satu-satunya jenis kodok yang dilindungi. Sejak 5 tahun itu tidak ditemukan keberadaanya," kata Munawir, Direktur Perencanaan Kawasan Konservasi KLHK kepada detikJabar, Rabu (13/7/2022).

Kodok Darah itu ditemukan di Blok Loji saat sedang dilakukan survey di sana. Tak hanya di blok itu saja, di blok lain kodok ini pun ditemukan.

"Nah kemudian akhirnya ketemu kawan-kawan itu pertama ketemu di Blok Loji, ketemu si kodok ini tentu kita senang karena waktu itu dinyatakan sudah enggak ketemu. Kita saat itu sempat publish di web kita kembali menemukan setelah 5 tahun tidak ditemukan," ungkap Munawir.

Kodok Darah atau Kodok Merah di Kawasan TNGHSKodok Darah atau Kodok Merah di Kawasan TNGHS Foto: Rahmat Hidayat/KLHK

"Alhamdulillah kemudian kita pindah lagi ke tempat lain, mencari juga di tempat yang kita prediksi sebagai habitat kodok ini juga. Nah tenryata ketemu malah lebih banyak terus tidak berselang lama beda berapa bulan kita pindah ke Blok Betung Lega itu masih di taman nasional ketemu lagi di situ," ujar Munawir.

Indikator Lingkungan

Menurutnya, kemunculan Kodok Merah menandakan masih lestarinya suatu kawasan. Ini mengartikan, masih kata Munawir kawasan TNGHS masih terjaga ekosistemnya dan tidak tercemar.

"Kodok jenis ini menjadi penanda masih alaminya atau bagusnya suatu ekosistem. Jadi kehadiran kodok itu di tempat tersebut itu menandakan bahwa daerah itu tidak tercemar daerah itu bersih, nah dia tidak akan bisa hidup di tempat yang daerah itu tercemar alias tidak terjaga kelestariannya," pungkas Munawir.


----

Artikel ini sudah naik di detikJabar dan bisa dibaca selengkapnya di sini.



Simak Video "Hasil Penemuan Ekskavasi di Situs Samberan Magelang"
[Gambas:Video 20detik]
(wsw/wsw)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
e-LIfe
×
Perilaku Selingkuh dari Faktor Genetika, Apa Iya?
Perilaku Selingkuh dari Faktor Genetika, Apa Iya? Selengkapnya