Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

ADVERTISEMENT

Kamis, 14 Jul 2022 22:13 WIB

TRAVEL NEWS

Pernah Celaka, Boeing Tetap Kirim Pesawat 737 Max ke Ethiopian Airlines

Kata terakhir pilot Ethiopian Airlines sebelum komunikasi putus: Pitch up, pitch up!
Ethiopian Airlines (Foto: BBC World)
Jakarta -

Boeing telah mengirim kembali pesawat 737 Max ke Ethiopian Airlines. Maskapai itu jadi salah satu yang pernah mengalami kecelakaan fatal dalam pengoperasiannya.

Mengutip CNN, Kamis (14/7/2022), Ethiopian Airlines telah menerima kembali pengiriman pesawat 737 Max dari Boeing pada bulan Juni. Pembuat pesawat itu mengungkapkannya pada Selasa lalu.

Ini adalah pertama kalinya Ethiopia menggunakan 737 Max sejak mengalami kecelakaan pada Maret 2019. Kejadian itu menewaskan semua penumpang, total 157 orang di dalamnya, dan menyebabkan pesawat tersebut dilarang terbang selama 20 bulan.

Maskapai lain yang mengalami kecelakaan fatal yang melibatkan Boeing 737 Max, adalah Lion Air. Maskapai ini belum menerima pengiriman 737 Max baru.

Boeing melaporkan pengiriman sebagai bagian dari pesanan. Secara keseluruhan, itu juga merupakan bulan tersibuk untuk pengiriman 737 Max sejak penghentian berakhir pada akhir 2020, dengan 43 pesawat dikirim ke pelanggan.

Itu juga merupakan bulan tersibuk untuk segala jenis pengiriman pesawat komersial oleh Boeing sejak Maret 2019, dengan total 51 pengiriman.

Ini pertanda bahwa permintaan pesawat kembali ke tingkat sebelum kecelakaan. Boeing sejauh ini telah mengirimkan 443 dari 737 Max sejak pengandangan berakhir, dengan 181 di antaranya dikirim selama tahun ini, naik dari 105 yang dikirim pada paruh pertama tahun 2021.

Ethiopian tidak menanggapi permintaan komentar tentang pengiriman. Situs webnya mencantumkan empat pesawat 737 Max dalam armadanya, dan 24 lainnya sedang dipesan.

Tidak jelas bagaimana pengiriman Juni akan mempengaruhi angka-angka itu. Maskapai ini juga memiliki 27 versi lama dari 737 Max dalam armadanya.

Di sisi lain, pembelian tersebut dikritik oleh Robert Clifford, seorang pengacara untuk keluarga korban kecelakaan.

"Ini benar-benar mengecewakan, pengingat yang menyedihkan bagi keluarga korban kecelakaan setelah hampir tiga setengah tahun lalu mengetahui bahwa Boeing Max akan terbang lagi di Ethiopia, tempat terjadinya kecelakaan itu," katanya.



Simak Video "Dua Serangan Udara di Ethiopia Tewaskan 10 Warga"
[Gambas:Video 20detik]
(msl/wsw)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA