Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

ADVERTISEMENT

Jumat, 22 Jul 2022 05:02 WIB

TRAVEL NEWS

Simak! Kata Pak Jokowi, Begini Lho soal Harga Mahal Tiket TN Komodo

Femi Diah
detikTravel
Jakarta -

Presiden Joko Widodo menjelaskan pertimbangan kenaikan harga tiket masuk Taman Nasional Komodo. Seperti apa?

Di sela-sela kunjungan kerjanya di Pulau Rinca, Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis (22/7/2022), Presiden Jokowi mengatakan salah satu pertimbangan kenaikan harga tiket masuk TN Komodo itu ialah adanya rencana konservasi di Pulau Komodo.

"Jadi, kami ingin konservasi, tapi kami juga ingin ekonomi lewat turisme, lewat wisatawan. Ini harus seimbang," kata Jokowi seperti disaksikan dalam tayangan YouTube Sekretariat Presiden di Jakarta, dan dikutip Antara, Jumat (23/7).

Jokowi menjelaskan di Labuan Bajo, NTT, hewan komodo tidak hanya hidup di satu pulau, melainkan juga di Pulau Komodo, Pulau Rinca, dan Pulau Padar. Pulau yang diputuskan menjadi tempat konservasi adalah Pulau Komodo dan Pulau Padar, sementara itu Pulau Rinca ditujukan untuk wisatawan.

"Yang untuk wisatawan diberikan di Pulau Rinca. Sehingga, ini kami benahi untuk wisatawan dan juga untuk komodonya. Komodo di Pulau Rinca dan di Pulau Komodo itu komodonya juga sama, wajahnya juga sama. Jadi, kalau mau liat komodo silakan ke Pulau Rinca, di sini ada komodo," kata Jokowi.

Presiden mengatakan masyarakat tetap dapat melihat hewan komodo di Pulau Rinca dengan tarif lebih murah; sedangkan bagi yang ingin melihat komodo di Pulau Komodo, tetap dipersilakan namun dengan tarif berbeda.

"Itu sebenarnya simple seperti itu. Jangan dibawa kemana-mana karena pegiat-pegiat lingkungan, pegiat-pegiat konservasi juga harus kita hargai mereka, masukan mereka," ujar Presiden.

Sebelumnya, pemerintah menetapkan tarif tiket masuk ke Taman Nasional Pulau Komodo sebesar Rp 3,75 juta per orang mulai 1 Agustus 2022. Kenaikan tarif itu mendapat berbagai respons dari masyarakat termasuk asosiasi pelaku usaha di Labuan Bajo.

(fem/fem)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA