Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

ADVERTISEMENT

Jumat, 22 Jul 2022 10:10 WIB

TRAVEL NEWS

Ulama Aceh Keluarkan Fatwa Wisata Halal, Turis Diimbau Ikuti Syariat Islam

Agus Setyadi
detikTravel
Foto udara terlihat kawasan objek wisata pantai pinang sori di Kecamatan Simeulue Timur, Simeulue, Aceh. Kamis (3/2/2022). Kabupaten terluar pulau Simeulue Provinsi Aceh memiliki puluhan objek wisata berupa pantai di pulau-pulau yang ramai dikunjungi wisatawan lokal maupun mancanegara untuk berlibur. ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas/foc.
Indah Banget! Potret Udara Pantai di Pulau Simeulue, Aceh (ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas)
Banda Aceh -

Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh mengeluarkan fatwa terkait wisata halal dalam perspektif syariat Islam. Turis atau wisatawan yang berwisata di Tanah Rencong diimbau mengikuti aturan syariat Islam.

"Kita berharap melalui fatwa ini ada implementasi lebih lanjut dari pihak terkait sehingga seluruh hal-hal yang terkait pengembangan wisata itu semuanya harus halal," kata Ketua MPU Aceh Teungku Faisal Ali dalam keterangan kepada wartawan, Kamis (21/7/2022).

Fatwa itu diputuskan dalam sidang paripurna V Tahun 2022 yang digelar di Aula MPU Aceh, Rabu (20/7) kemarin. Ada sejumlah poin yang tercantum dalam fatwa tersebut ,antara lain dijelaskan maksud wisata halal.

Dalam fatwa disebutkan wisata halal merupakan wisata yang sesuai dengan prinsip-prinsip syariat Islam yang mencakup wisatawan, objek dan pelaku usaha. Wisatawan diharapkan mengikuti aturan-aturan yang berada di suatu daerah dan aturan syariat Islam.

Teungku Faisal menjelaskan, fatwa itu dikeluarkan setelah MPU Aceh menimbang saat ini wacana wisata halal sudah mulai berkembang dan diterapkan di berbagai belahan dunia termasuk Aceh. Dia menilai, pelaksanaan wisata halal di Tanah Rencong belum sepenuhnya sesuai dengan prinsip syariat Islam.

Ada sejumlah hal yang menjadi sorotan ulama terkait pelaksanaan wisata halal. Tempat wisata nanti diminta memberitahukan waktu salat, menyediakan musalla hingga toilet.

Selain itu, kuliner yang disediakan di tempat wisata halal diminta agar mengantongi sertifikat halal. Faisal juga mengingatkan di lokasi wisata tidak terjadi perbuatan tidak senonoh.

"Kita tidak ingin melihat bahwa ada tempat destinasi wisata, baik lokal maupun non-lokal, ada hal-hal yang tidak tepat dalam konteks syariah. Misalnya, tidak ada pemberitahuan waktu sholat, tidak ada mushola, tidak ada MCK yang layak, tidak ada sertifikasi halal bagi kuliner, terjadinya ikhtilat (bercumbu) baik ditempat pemandian dan sebagainya," kata Faisal.



Simak Video "Museum Tsunami Aceh, Sejarah Kebencanaan Terbesar"
[Gambas:Video 20detik]
(agse/fem)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA