Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

ADVERTISEMENT

Sabtu, 23 Jul 2022 05:01 WIB

TRAVEL NEWS

Cerita Menegangkan di Citilink yang Pilotnya Meninggal, Cari Dokter-Doa Bersama

Pilot Citilink Meninggal Usai Pesawat Mendarat Darurat, Ini 5 Faktanya
Ilustrasi Citilink (Foto: Citilink)
Jakarta -

Pesawat Citilink Q-307 rute Surabaya-Makassar mendarat darurat di Bandara Juanda, Surabaya, karena pilot sakit. Salah seorang penumpang mengungkap cerita menegangkan dalam penerbangan itu.

Cerita itu dikisahkan oleh Wine lewat akun Twitternya, @penikmattkata, dan dikutip Sabtu (23/7/2022). detikcom telah mendapat izin untuk mengutip cerita ini.

Wine merupakan salah satu penumpang pesawat Citilink Q-307 rute Surabaya-Makassar yang mengangkasa pada Kamis (21/7) pukul 06.00. Wine terbang bersama istri dan kedua mertuanya. Penerbangan ke Makassar itu dilakukan setelah akad nikah.

Dia dan istri duduk di nomor kursi 24D & 24C. Adapun, kedua mertuanya duduk di 24B & 24A. Menurutnya, saat itu semuanya berjalan normal. Bahkan, proses take off lancar tanpa kendala.

"Awalnya semua berjalan dengan normal, cuaca nampak bersahabat, saat take off pun lancar tanpa kendala berarti," kata Wine dalam cuitannya.

Namun, situasi kemudian mulai berubah saat pramugari bertanya kepada penumpang soal 'apakah ada yang berprofesi sebagai dokter atau perawat?'. Para penumpang mulai bertanya-tanya.

"Tetapi setelah beberapa menit di udara, tiba-tiba pramugari bertanya kepada penumpang, 'Apakah ada dokter atau perawat yang ada di dalam penerbangan ini?' Setelah beberapa saat kebetulan ada dokter yang ikut dalam penerbangan ini, dalam benak kami para penumpang bertanya-tanya," tuturnya.

"Ada apa? Apa yang terjadi? Salah seorang penumpang berkata 'biasanya ada yang mau melahirkan sampai dipanggil untuk bantuan medis', karena belum tahu apa yang sedang terjadi, kita terus bertanya entah apa yang sedang terjadi, siapa yang sakit atau seperti apa keadaannya," dia menambahkan.

Dia menggambarkan keadaan pesawat berubah saat pemberitahuan tersebut. Pesawat seperti terbang rendah dan hanya berputar-putar di atas air. Situasi semakin menegangkan saat pramugari bertanya soal 'apakah ada pilot yang bisa menerbangkan pesawat?'.

"APAKAH ADA PILOT YANG TAHU MENERBANGKAN PESAWAT JENIS ITU (saya lupa persisnya jenis apa) seketika semua orang mulai menunjukkan wajah panik dan berkaca-kaca, saya memandang istri saya, dan bertanya kepada saya, ini nggak kenapa-kenapa kan? Bapak dan ibu mertua juga ikut panik," cuitnya.

Situasi ini membuat para penumpang mulai saling menggenggam tangan. Mereka juga berdoa agar diberi keselamatan.

"Semua mulai saling menggenggam tangan, sembari berdoa akan keselamatan dari Yang Maha Esa, saya juga berdoa, melihat tangan saya yang baru diikat cincin pernikahan, pikiran nggak karuan, panik, takut, juga pikiran mau mati datang menyerbu, kemudian saya lihat istri saya yang matanya mulai meneteskan air mata, saya cuma bisa bilang 'nggak kenapa-kenapa sayang, insyaallah kita selamat amin, sholawatan ya,'" ujarnya.

"Sambil saya juga bersholawat, memohon doa, di balik bising ya pesawat terdengar suara zikir, doa yang tak henti-hentinya terucap," dia menambahkan.

Meskipun situasinya menegangkan, Wine mengatakan tidak ada teriakan histeris. Semua menunggu kepastian dengan doa dan harapan.

"Tetapi tidak ada teriakan histeris dari penumpang, semuanya menunggu kepastian di iringi doa serta harapan, pada saat itu, pesawat masih berputar di atas perairan Madura, kami sesekali bertanya kepada pramugari, 'Mbak gimana keadaannya? 'Yang bisa kami informasikan pilotnya sakit'," kata dia.

Citilink yang ditanya soal cerita Wine belum merespons pertanyaan.

Sembari berdoa, momen menegangkan ini akhirnya mulai terlewati. Mereka akhirnya bisa mendarat di Bandara Juanda, Surabaya.

"Saya dan istri saya berpegangan tangan, berharap semua akan segera baik-baik saja, hingga waktunya mendarat, entah seperti apa situasi di dalam kokpit, kami terus berharap keselamatan, hingga kami pun mendarat dengan aman di Bandara Juanda Surabaya," kata Wine.

Pendaratan ini pun disambut dengan tepuk tangan meriah dari para penumpang. Mereka bertepuk tangan untuk menyemangati para awak kabin yang akhirnya bisa melakukan pendaratan dengan selamat. Suasana seketika menjadi haru. Wine bahkan sampai menangis.

"Ketika mendarat kita semua bertepuk tangan memberikan semangat kepada awak kabin yang telah mendaratkan kita semua dengan selamat, perasaan haru, hingga saya seketika mengeluarkan air mata dan memeluk istri saya...," ujarnya.

Dalam prosesnya, seluruh penumpang, sebanyak 171 orang, diterbangkan ke Makassar sekitar pukul 10.58 dengan pesawat berbeda.

Saksikan juga: Nenek Siapa Nih, Masak Cemilan Korea Pakai Micin dari Konoha

[Gambas:Video 20detik]



(rdp/fem)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA