Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

ADVERTISEMENT

Minggu, 24 Jul 2022 11:11 WIB

TRAVEL NEWS

Sejarah Mochi Khas Sukabumi, Ternyata Bukan dari Jepang

Siti Fatimah
detikTravel
Ilustrasi Kue Mochi
Ilustrasi kue mochi. (Foto: Shutterstock)
Sukabumi -

Banyak yang mengira mochi yang menjadi penganan khas Sukabumi ini berasal dari Jepang. Namun pernyataan ini ditepis sejarawan asal Sukabumi.

Mochi dikenal sebagai salah satu penganan khas Kota Sukabumi. Hidangan ini telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTP) oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat pada tahun 2022.

Nama penganan ini mirip dengan makanan dari Jepang. Membuat banyak orang mengira mochi Sukabumi merupakan pengaruh yang dibawa Jepang. Namun, pernyataan ini dibantah oleh sejarawan asal Sukabumi.

Menurut sejarawan dari Komunitas Dapuran Kipahare Irman Firmansyah, budaya itu berkembang sepanjang zaman. Kota Sukabumi sendiri berdiri pada masa kolonial Belanda. Sehingga banyak masyarakat Eropa dan non-Sunda lain yang tinggal dan menimbulkan percampuran budaya.

"Info bahwa itu asli Jepang keliru, sebenarnya dari wilayah kita juga, di Jepang berkembang abad 9-11, saat beras masuk ke Jepang, itu zaman kerajaan Sunda. Pendapat ini kuat karena hasil penelitian dari antropolog Universitas Indonesia," kata Irman Firmansyah, Sabtu (23/7/2022) seperti dikutip dari detikJabar.

Kebanyakan masyarakat menganggap mochi berasal dari Jepang. Penganan ini konon telah digunakan untuk perayaan tahun baru bagi para bangsawan Jepang pada masa Heian atau sekitar tahun 794-1185 M.

Padahal menurut Irman penganan ini masuk melalui Asia Tenggara. Selain itu, pada dasarnya negara-negara di kawasan Asia memang memiliki makanan olahan dari beras.

"Padahal kue mochi masuk ke Jepang melalui Asia Tenggara, saat sistem penanaman padi diperkenalkan ke Jepang. Kudapan ini sebetulnya hanya berupa tteok atau nian gao yang hampir ada di setiap kawasan Asia," kata Irman.

Di Sukabumi sendiri bahan dasar pembuatan mochi telah dikenal sejak masa Kerajaan Sunda. Hal ini dibuktikan dari peninggalan Prasasti Sanghyang Tapak Cibadak.

"Kalau di Sukabumi ini masa-masanya kerajaan Sunda, yang kita kenal di prasasti sanghayang Tapak Cibadak adalah Sri Jaya Buphati. Masa-masa itu kita sudah mengenal bahan mochi yaitu beras ketan, Masyarakat Sukabumi sudah membudidayakan padi dengan cara berladang," ujarnya.

Meski begitu, eksistensi mochi yang dikenal sekarang kemungkinan mulai muncul saat ada kegiatan perniagaan antara warga pribumi dengan Jepang. Sebelum masa pendudukan Jepang di nusantara.

Dikutip dari detikJabar, Setelah dibawa oleh orang Jepang (1942-1945) tentara Jepang membuat mochi untuk perayaan tahun baru dengan bantuan koki Sunda.

"Pada masa tersebut dimungkinkan alih keterampilan membuat mochi, namun tentunya masih produksi rumah untuk keperluan ritual, bukan industri seperti sekarang," jelasnya.

Mochi kemudian berkembang menjadi salah satu komoditas industri kuliner sekitar tahun 1960an. Meski begitu, kemungkinan pada masa tersebut mochi belum menjadi buah tangan khas Sukabumi.

Hal ini diperkuat oleh fakta dalam buku Tamasya di Jawa Barat terbitan tahun 1959. Dalam buku tersebut, kue mochi belum disebut sebagai kuliner khas Kota Sukabumi.

Artikel ini telah tayang di detikJabar. Baca selengkapnya di sini.



Simak Video "Mencari Tempat Bersantap yang Enak di Daerah Pecatu, Bali"
[Gambas:Video 20detik]
(ysn/ysn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA