Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

ADVERTISEMENT

Rabu, 27 Jul 2022 11:19 WIB

TRAVEL NEWS

Tahun Baru Islam Jatuh di Hari Biasa atau Weekend Ya? Cek Jadwal, Yuk

Tim detikcom
detikTravel
Ilustrasi kalender atau tanggal merah
Foto: Getty Images/iStockphoto/Boonyachoat
Jakarta -

Tahun Baru Islam ditetapkan oleh pemerintah sebagai hari libur nasional. Jadwal libur tersebut tercantum dalam Surat Keputusan Bersama atau SKB Menteri Tahun 2022.

Berdasarkan keputusan yang diunduh dari laman Kemenko PMK, libur Tahun Baru Islam dijadwalkan pada Sabtu, 30 Juli 2022. Dengan kata lain, jadwal libur Tahun Baru Islam bertepatan dengan akhir minggu atau weekend.

Sesuai isi SKB 3 Menteri pada poin kedua, keputusan bersama tersebut mulai berlaku sejak SKB 3 Menteri yakni per 7 April 2022. Sejauh ini, keputusan masih berlaku sama dan tidak ada pernyataan Tahun Baru Islam diundur.

Mengenal Tahun Baru Islam

Tahun Baru Islam sendiri mengacu pada sistem penanggalan kalender Hijriah. Melalui kalender tersebut, awal tahun dimulai dari 1 Muharam yang sudah menginjak tahun ke-1444 Hijriah.

Kalender Hijriah adalah sistem penanggalan Islam berdasarkan peredaran bulan. Penentuan kalender Hijriah dengan dasar rotasi bulan itulah yang menjadi pembeda dengan Masehi.

Dalam memulai hari, sistem kalender Masehi dimulai pada pukul 00.00 waktu setempat sementara kalender Hijriah memulai hari ketika matahari terbenam di wilayah tersebut. Tahun Hijriah juga memiliki panjang 354 atau 355 hari pada tahun kabisat yang menyebabkan 1 tahun kalender Hijriah lebih pendek sekitar 11 hari dibanding dengan 1 tahun kalender Masehi.

Menurut buku Kajian Sains, Sosial, dan Keagamaan Ilmu Falak Multi Dimensi terbitan Tim Program Beasiswa Santri Berprestasi (PBSB) Kementerian Agama (Kemenag) RI, berikut daftar lengkap bulan dalam kalender Hijriah.

1. Muharam
2. Safar
3. Rabiul awal
4. Rabiul akhir
5. Jumadil awal
6. Jumadil akhir
7. Rajab
8. Sya'ban
9. Ramadan
10. Syawal
11. Zulkaidah
12. Zulhijah


Penanggalan Islam menggunakan kalender Hijriah pertama kali dimulai pada masa kekhalifahan Umar bin Khattab RA. Lahirnya kesepakatan kalender Hijriah ini disebut pula sebagai produk politik Umar bin Khattab guna mendukung kelancaran sistem negara.

Mengutip laman Majelis Ulama Indonesia (MUI), mulanya ada empat opsi yang diusulkan kepada Umar untuk menetapkan awal waktu tahun Hijriah. Keempatnya yakni, pada tahun Gajah saat Rasulullah lahir, tahun wafatnya Rasulullah, tahun Rasulullah diangkat menjadi rasul, dan juga tahun hijrahnya Rasulullah dari Makkah ke Madinah pada 622 Masehi.

Pada akhirnya, tahun hijrahnya Rasulullah SAW terpilih menjadi awal perhitungan kalender Hijriah karena dianggap menjadi tonggak awal kejayaan umat Islam setelah berdakwah secara sembunyi-sembunyi. Hingga sampai saat ini, hari hijrah itu pun diperingati sebagai 1 Muharam atau Tahun Baru Islam.



Simak Video "Sambut Tahun Baru Islam, Pelajar di Sidrap Gelar Pawai Obor"
[Gambas:Video 20detik]
(sym/fem)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA