Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

ADVERTISEMENT

Kamis, 28 Jul 2022 08:11 WIB

TRAVEL NEWS

Tragis! Turis Inggris Tewas Terkena Baling-Baling Helikopter

Yasmin Nurfadila
detikTravel
24 June 2019, Mecklenburg-Western Pomerania, Nossentin: Near one of the crash sites a Sikorsky CH-53 transport helicopter of the General Aviation Safety of the Bundeswehr Aviation Office lands. After the crash of two
Ilustrasi helikopter. (Getty Images)
Athena -

Jack Fenton (22) tewas setelah kepalanya tersabet baling-baling helikopter. Tidak ada yang mengetahui secara pasti alasan Fenton kembali ke helikopter.

Dikutip dari The Sun, Jack Fenton sedang dalam perjalanan pulang dari Mykonos, sebuah pulau di Yunani. Ia kembali bersama tiga temannya dalam sebuah helikopter sewaan.

Sekitar pukul 18.20 waktu setempat, dia dan tiga temannya tiba di helipad Superior Air di Spata, sebuah kota berjarak 20 km dari Athena.

Setelah mendarat, Fenton dkk langsung turun dan menjauh dari helikopter. Menurut penuturan teman dari Fenton, Jack Stanton-Gleaves, saat mereka turun tidak ada instruksi khusus yang diberikan.

"Yang mereka lakukan hanya membukakan pintu untuk kami. Kami turun sendiri dan tidak ada yang menghentikan Jack (Fenton) saat Ia kembali mendekati helikopter," kata Stanton-Gleaves.

Menurut otoritas Yunani, sekelompok anak muda ini telah diarahkan menjauh dari helikopter. Namun, Fenton yang saat itu tampak fokus dengan ponselnya, kembali ke arah helikopter.

Orang-orang yang melihat hal itu sempat berteriak meminta Fenton untuk berhenti. Khawatir Fenton mencoba untuk mengambil selfie di depan helikopter.

Nahas, Fenton tersabet oleh baling-baling tajam helikopter yang saat itu masih berputar. Baling-baling itu berputar dengan kecepatan 500 putaran per detik, membuatnya tak terlihat.

Pilot dari helikopter berjenis Bell 407 serta dua teknisi di lapangan kemudian ditangkap atas kejadian ini. Pilot tersebut dilaporkan dalam keadaan trauma.

Pihak keluarga dan otoritas setempat kini tengah mencoba untuk merunut kembali apa yang sebenarnya terjadi. Tidak ada yang mengetahui alasan Fenton kembali mendekati helikopter.

Berbanding terbalik dengan pernyataan otoritas setempat, Stanton-Gleaves mengungkapkan bahwa Jack Fenton tidak sedang menelepon atau fokus pada ponselnya saat berjalan kembali ke helikopter.

"Tidak ada satupun dari kami yang telah tiba di lounge sebelum kecelakaan itu terjadi. Saya mendengar orang-orang bilang Jack sedang menelepon dan berlari kembali ke arah helikopter, itu tidak benar. Ia tidak sedang menelepon dan kenapa dia kembali ke helikopter saya tidak tahu," kata Stanton-Gleaves.

Kepolisian Yunani menuturkan bahwa mereka tidak akan mengesampingkan skenario apapun.

"Kami sedang memeriksa setiap kemungkinan, termasuk kemungkinan anak itu kembali untuk selfie di tengah kegembiraan saat itu," kata salah satu polisi setempat.

Pihak keluarga menyanggah pernyataan yang menyebutkan bahwa Fenton mengabaikan keamanan dan keselamatannya. Adik perempuan Fenton mengatakan itu adalah omong kosong. Ia menyebutkan bahwa Fenton justru sangat berhati-hati karena ini merupakan momen pertamanya naik helikopter.

"Ini merupakan pengalaman pertama Jack menaiki helikopter. Jadi, Anda bisa membayangkan betapa hati-hati dan waspadanya Ia," kata sang adik perempuan Daisy (20).

Ia juga mengatakan bahwa saat ini kedua orang tuanya sedang berada di Inggris. Mereka akan menunggu jenazah Jack Fenton untuk dipulangkan ke negara asalnya.



Simak Video "Capres Panama Minta Bantuan via Media Sosial Usai Kecelakaan Helikopter"
[Gambas:Video 20detik]
(ysn/fem)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA