Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

ADVERTISEMENT

Kamis, 28 Jul 2022 10:24 WIB

TRAVEL NEWS

Maskapai Bintang 1! 2 Penumpang Dicuekin Cuma karena Tanya Hotel Terdekat

Yasmin Nurfadila
detikTravel
George Town, Cayman Islands - December 21, 2017: Land operations and boarding in Owen Roberts Intl. Airport in Grand Cayman Islands. Close up of a JetBlue plane in a sunny day.
Ilustrasi pesawat JetBlue. (iStock)
Massachusetts -

Seorang wanita dan ibunya mendapat perlakuan tidak menyenangkan dari petugas maskapai dan dipaksa keluar dari bandara hanya karena menanyakan hotel terdekat.

Lenay Demetrious (25) mengunggah pengalaman tak mengenakan saat menunggu penerbangan di Nantucket Memorial Airport di Massachusetts pada 17 Juli 2022. Video tersebut diunggahnya di Tiktok dan menjadi viral.

Dalam videonya, Lenay dan ibunya harus menunggu dan mengalami sembilan kali delay hingga akhirnya penerbangan dibatalkan. Awalnya, penerbangan mereka ke kota New York dijadwalkan akan berangkat pada pukul 09.30 waktu setempat.

"Saya kira krisis penerbangan tidak akan terlalu berdampak pada saya, tapi ternyata tetap terdampak," kata Demetrious seperti dikutip dari Insider.

Pada pukul 23.30 mereka mendapatkan informasi bahwa penerbangan dibatalkan. Kemudian, penerbangan dijadwalkan kembali untuk terbang esok hari pada pukul 2.30. Dalam pengumuman tersebut juga diinformasikan bahwa bandara hanya buka hingga tengah malam.

Lenay dan ibunya didampingi oleh seorang staf dari JetBlue, maskapai yang mereka pesan, untuk mengambil koper mereka dan akan diantar ke terminal utama. Pada momen tersebut, Lenay bertanya mengenai akomodasi penginapan atau hotel terdekat untuk mereka menginap.

Sayangnya, staf JetBlue malah merespons pertanyaan tersebut dengan ketus. Menurut Lenay, staf tersebut tampak tersinggung dan bereaksi dengan cukup kasar.

Pada akhirnya sang staf tidak membantu dalam bentuk apapun dan memanggil petugas keamanan untuk mengantar mereka keluar dari bandara yang akan tutup.

"Saya tetap tenang, saya gemetar, dan saya sangat bingung dengan caranya memperlakukan saya. Mereka bahkan tidak memiliki kesopanan untuk memberi saya tiga nama hotel terdekat yang mungkin masih memiliki ketersediaan kamar yang bisa saya cek," kata Demetrious.

Lenay dan sang ibunya kemudian ditinggalkan begitu saja di luar bandara. Mereka pun terkatung-katung di sebuah lahan kosong dengan koper mereka dalam kondisi sudah lewat tengah malam yang berkabut.

"Tidak ada seorang pun di lahan itu kecuali saya dan ibu saya dan kami berdiri di sana dengan semua barang bawaan kami," katanya.

"Saya tidak hanya merasa takut, tapi saya merasa telah diperlakukan seperti binatang atau seorang kriminal tanpa alasan, dan saya sangat bingung dengan semua yang terjadi, sangat rentan, putus asa, dan tersesat," ujarnya lagi.

Akhirnya setelah menelepon semua hotel yang ada di wilayah tersebut, dengan berat hati Ia memesan kamar seharga USD 631 sekitar Rp 9,4 juta semalam.

Mau tidak mau, karena tidak memiliki pilihan lain, Lenay pun bermalam di hotel itu. Saat itu, dia merasa cuma ada dua pilihan, nekat mengorbankan keselamatan dirinya dan sang ibu atau menghabiskan uang yang relatif besar itu untuk memesan kamar.

Pada hari berikutnya Lenay menghubungi pihak terkait mengenai apa yang dialaminya mulai dari JetBlue hingga bandara. Sayangnya, tak ada yang menindaklanjuti hal tersebut. Bahkan, JetBlue pun tidak memberikan pertanggungjawaban apapun.



Simak Video "Penumpang Pesawat Domestik Enggak Perlu Tes Antigen-PCR, Tapi..."
[Gambas:Video 20detik]
(ysn/fem)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA