Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

ADVERTISEMENT

Jumat, 29 Jul 2022 12:40 WIB

TRAVEL NEWS

Gawat, Ritual Buang Kutang Ancam Kelestarian Gunung Sanggabuana

Sampah celana dalam di Gunung Sanggabuana sering ditemukan saat maulid
Foto: Dok KPG
Jakarta -

Ritual membuang kutang dan celana dalam di Gunung Sanggabuana rupanya berdampak negatif. Kelestarian gunung di Karawang itu menjadi terancam.

Diketahui ritual membuang kutang dan celana dalam itu merupakan bagian dari mitos malam satu suro. Sayangnya, kegiatan ini malah membuat lingkungan kotor.

Hal itu disampaikan pegiat lingkungan di Karawang. Pembina Sanggabuana Conservation Foundation (SCF) Bernarld T Wahyu mengungkapkan ritual buang celana dalam dan kutang di Gunung Sanggabuana oleh sebagian orang dimanfaatkan untuk meraup keuntungan dan mengancam kelestarian lingkungan.

"Ritual buang celana dalam dan kutang itu semakin menjadi-jadi bahkan kuncen-kuncen baru bermunculan dan mencari pengunjung yang akan ritual demi mendapatkan upah, dan tentunya ritual itu malah jadi mengancam kelestarian lingkungan sekitarnya," kata Bernarld saat dihubungi, Jumat (29/7/2022).

Aktivitas ritual ini, kata Bernarld diduga dilakukan oleh orang dari luar wilayah Gunung Sanggabuana. Sebab, masyarakat sekitar tak ada yang melakukan ritual tersebut.

"Kalau warga seperti jelang malam satu suro ini paling besok itu bikin sedekah bumi atau hajat bumi tidak mengotori alam sekitar atau sanggabuana sendiri," katanya.

Perihal ritual buang celana dalam dan kutang, tim SCF dan pegiat alam lainnya selalu melakukan operasi bersih (opsih) celana dalam dan kutang.

"Jadi kami harus kerja ekstra berburu kutang dan celana dalam yang dibuang dan berserakan di Sanggabuana," ucap pria yang aktif di Wildlife Photograpy.

Pihaknya juga meminta agar Pemkab turun tangan untuk menertibkan ritual ini. Sebab, aktivitas tersebut bisa mengganggu kelestarian alam di gunung Sanggabuana.

"Bagi kami Pemkab harus segera turun tangan untuk menertibkan ritual buang celana dalam ini dan kuncen-kuncen juga makom-makom perlu di data apakah benar atau sebenarnya bukan," pungkasnya.

Berita ini sudah tayang di detikJabar.



Simak Video "Penampakan Biawak Bersarang di Kap Mesin Mobil Warga Karawang"
[Gambas:Video 20detik]
(pin/pin)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA