Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

ADVERTISEMENT

Rabu, 27 Jul 2022 10:53 WIB

TRAVEL NEWS

7 Fakta dan Mitos Buang Sial Enggak Biasa, Lempar Kutang dan Celana ke Gunung

Femi Diah
detikTravel
Sampah celana dalam di Gunung Sanggabuana sering ditemukan saat maulid
Sampah celana dalam di Gunung Sanggabuana sering ditemukan saat bulan Maulid. (Dok KPG)
Karawang -

Ada-ada saja cara buang sial di daerah tertentu. Sejumlah orang melakukannya dengan membuang pakaian dalam, celana dan kutang, ke Gunung Sanggabuana.

Warga dihebohkan dengan temuan ratusan celana dalam wanita di Gunung Sanggabuana, Kecamatan Tegalwaru, Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Dari video berdurasi 1 menit yang beredar di media sosial, nampak beberapa warga sedang membersihkan sampah kutang dan celana dalam wanita yang dibuang di semak belukar di gunung itu.

View this post on Instagram

A post shared by INFO JAWA BARAT (@infojawabarat)


Solihin (36), salah satu warga dari Mekarbuana, Tegalwaru, Karawang, menyebut fenomena pakaian dalam yang berserakan itu. Dia bilang ritual buang-buang kutang dan celana dalam itu dilakukan oleh warga yang berziarah dan juga pengunjung atau pendatang saat bulan Mulud (Maulid) sebagai salah satu ritual buang sial di Gunung Sanggabuana.

"Buang celana dalam itu memang sudah menjadi ritual yang dilakukan oleh peziarah saat bulan Mulud (Maulid) pengunjung atau pendatang kalau selesai dari Pegunungan Sanggabuana, katanya membuang sial," kata Solihin, yang juga aktif sebagai pendaki, dalam perbincangan dengan detikTravel.

Rupanya ada fakta dan mitos dalam tradisi buang-buang kutang dan pakaian dalam ke Gunung Sanggabuana.

Berikut rangkuman fakta dan mitos ritual buang kutang dan celana dalam di Gunung sangga Buana:

1. Aksi buang kutang dan celana dalam itu dilakukan para peziarah di Gunung Sanggabuana saat bulan Maulid.

2. Buang kutang dan celana dalam di Gunung Sanggabuana dipercaya untuk membuang sial

3. Mitosnya, pengunjung yang datang ke Gunung Sanggabuana harus mencari sumber mata air yang bernama "Pancuran Emas" dan wajib mandi di pancuran tersebut. Setelah mandi, semua yang melekat di badan harus dibuang.

4. Ada 4 mata air dan 14 makam yang digunakan untuk ritual. Untuk mandi-mandi dilakukan di Pancuran Mas, Pancuran Kejayaan, Pancuran Kahuripan, dan Pancuran Sumur Tujuh. Adapun makanya, di antaranya Makam Eyang Haji Ganda Mandir, Taji Malela, Kyai Bagasworo, Ibu Ratu Galuh, Eyang Abdul Kasep, Eyang Sapujagat, Eyang Langlang Buana, Eyang Jagapati, dan Eyang Cakrabuana.

5. Mayoritas peziarah, pengunjung, atau pendatang berasal dari luar Karawang.

6. Karena aksi buang-buang pakaian dalam di Gunung Sanggabuana, di bulan Maulid pakaian dalam yang dibuang dan dikumpulkan mencapai berkarung-karung.

7. Ritual membuang sial dengan meninggalkan pakaian dalam dan mandi di pancuran biasanya gratis. Sementara itu, untuk melakukan ritual dipandu kuncen dan juga ada biayanya. Setiap ritual dikenakan tarif per orang yang dipandu kuncen itu sekitar Rp 250 ribu, buat memandu ritual dan ubo rampenya.



Simak Video "Suasana Ngabuburit di Alun-alun Ciamis, Sambil Berburu Takjil"
[Gambas:Video 20detik]
(fem/fem)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA