Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

ADVERTISEMENT

Rabu, 03 Agu 2022 13:20 WIB

TRAVEL NEWS

Media Asing Soroti Aksi Mogok Pelaku Wisata Tolak Tiket Mahal Komodo

Putu Intan
detikTravel
Wildlife shot of a large male Komodo Dragon (Varanus komodoensis) at the beach of Komodo islands. The Komodo Dragon (also called Komodo monitor) is the largest living species of lizard, with a maximum length of 3 metres (10 ft) and a body weight up to 70 kg (150 lb). The animal is a relict of very large lizards that once lived across Indonesia and Australia.
Komodo. Foto: Getty Images/guenterguni
Jakarta -

Media asing menyoroti kenaikan tarif Taman Nasional Komodo yang ditolak pelaku pariwisata. Mereka memberitakan aksi mogok kerja yang dilakukan pelaku wisata Labuan Bajo.

Kenaikan tarif masuk ke TN Komodo, termasuk Pulau Komodo dan Pulau Padar menjadi Rp 3,75 juta menjadi topik hangat dalam sebulan terakhir. Tak hanya media lokal dan nasional yang menaruh perhatian pada kebijakan ini, media asing asal Inggris, BBC juga mengawal isu tersebut.

Dari pantauan detikcom, BBC turut menulis soal aksi mogok menentang kenaikan tarif itu. Dalam berita yang diunggah pada 2 Agustus 2022, BBC menulis, "pekerja pariwisata Indonesia mogok kerja karena kenaikan harga tiket yang dramatis untuk melihat komodo."

BBC menceritakan sebanyak 700 pekerja yang menggantungkan hidupnya dari wisata Komodo melakukan aksi mogok yang rencananya bakal berlangsung sampai akhir Agustus.

Warga demo tolak kenaikan tarif masuk TN Komodo Rp 3,75 jutaWarga demo tolak kenaikan tarif masuk TN Komodo Rp 3,75 juta Foto: dok. Istimewa

Selain BBC, media Prancis, AFP juga menyoroti aksi mogok ini. Dalam berita AFP, seorang operator wisata lokal, Servianus Setiawan menjelaskan kenaikan tarif itu akan mengancam keberlangsungan industri pariwisata Labuan Bajo.

"Kami mendukung konservasi Komodo tetapi tolong berikan jumlah yang masuk akal sehingga kami dapat melindungi komodo dan orang-orang yang mata pencahariannya bergantung pada pariwisata dapat hidup," kata Servianus.

Sementara itu, Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Viktor Laiskodat setuju bahwa informasi mengenai kenaikan tarif ini dapat dikomunikasikan dengan lebih baik. Kendati demikian, kenaikan tarif sebesar 18 kali lipat ini masih akan dilanjutkan.

Sebelumnya, tarif masuk TN Komodo adalah Rp 200 ribu. Pemerintah menaikkan tarif masuk itu dengan dalih konservasi. Mereka ingin membatasi pengunjung TN Komodo demi melindungi komodo dari kepunahan.

Keadaan di Bandara Internasional Komodo Labuan BajoKondisi Bandara Labuan Bajo saat pelaku wisata mogok kerja. Foto: Istimewa

Kantor berita Reuters menyebut, saat ini ada 3.300 ekor komodo di Indonesia. Penampilan yang unik mirip dinosaurus, membuat wisatawan tertarik datang ke sana. Pada tahun 2019, ada 220.000 wisatawan yang datang ke TN Komodo.

Pemerintah berharap kenaikan harga tiket akan mengurangi jumlah wisatawan sehingga pulau-pulau yang selama ini ramai itu kembali menjadi tempat yang nyaman bagi komodo.

Di sisi lain, TN Komodo sudah terlanjur menjadi sumber mata pencaharian wisata bagi penduduk di sana. TN Komodo merupakan bagian dari Provinsi NTT. BBC menyebut NTT sebagai salah satu daerah termiskin di Indonesia dan uang dari wisatawan begitu penting bagi ekonomi lokal.



Simak Video "Tiket Rp 3,75 Juta Hanya Berlaku untuk Treking ke Pulau Komodo dan Padar"
[Gambas:Video 20detik]
(pin/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA