Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

ADVERTISEMENT

Sabtu, 06 Agu 2022 13:12 WIB

TRAVEL NEWS

Bukan Wisata Religi, Jakarta Promosikan Wisata Ramah Muslim

Yasmin Nurfadila
detikTravel
Jakarta Moslem Friendly Tourism Exhibition 2022 di Gandaria City.
Pembukaan Jakarta Moslem Friendly Tourism Exhibition 2022. (Yasmin Nurfadila/detikTravel)
Jakarta -

Wisata ramah muslim merupakan salah satu andalan Indonesia. Jakarta promosikan wisata ramah muslim melalui Jakarta Moslem Friendly Tourism Exhibition 2022.

Sebagai salah satu negara muslim terbesar di dunia, Indonesia menjadi pasar sekaligus salah satu destinasi unggulan wisata ramah muslim. Jakarta sebagai ibukota menjadi gerbang masuknya wisatawan mancanegara ke Indonesia. Menurut Ketua Perhimpunan Pariwisata Halal Indonesia (PPHI) Riyanto Sofyan, hal ini perlu dimaksimalkan, salah satunya dengan mempromosikan Jakarta sebagai destinasi wisata ramah muslim.

"Karena DKI Jakarta ini merupakan gerbang atau pintu masuk ke Indonesia yang terbesar otomatis itu juga termasuk potensi pasar yang memang harus digarap," kata Riyanto dalam konferensi pers Jakarta Moslem Friendly Tourism Exhibition 2022 di Gandaria City, Jumat (5/8/2022).

Jakarta Moslem Friendly Tourism Exhibition 2022 di Gandaria City.Konferensi pers Jakarta Moslem Friendly Tourism Exhibition 2022. (Yasmin Nurfadila/detikTravel)

Riyanto juga memberikan keterangan tambahan bahwa wisata ramah muslim bukan berarti wisata religi. Pada dasarnya wisata ramah muslim mengarah pada keberadaan layanan dan fasilitas penunjang untuk wisatawan muslim di kawasan pariwisata.

"Sebenarnya konsep dari pariwisata ramah muslim ini atau dulu disebut halal itu merupakan extended services and facilities for muslim travelers (layanan dan fasilitas tambahan untuk wisatawan muslim). Bukan wisata religi. Jadi banyak persepsi yang salah bahwa pariwisata ramah muslim itu wisata religi," kata Riyanto.

Saat ini wisata ramah muslim menjadi salah satu wisata dengan perkembangan paling cepat. Wisatawan muslim bahkan menjadi penyumbang wisatawan mancanegara terbesar di seluruh dunia.

"Termasuk sumber utama dari wisata mancanegara yang ada di seluruh dunia. Kalau kita lihat data dari tahun 2019 mengatakan seluruh outbound turis dari mancanegara adalah sekitar 1,4 miliar. Nah wisatawan muslim itu ada sekitar 200 juta di tahun 2019 sebelum pandemi," lanjut Riyanto.

Tidak hanya itu, wisatawan muslim yang berkunjung ke Indonesia juga rata-rata menghabiskan uang lebih besar dibanding wisatawan lainnya.

"Yang paling pentingnya lagi adalah wisatawan muslim spending-nya itu jauh lebih besar dari rata-rata wisatawan mancanegara yang datang ke Indonesia. Wisatawan mancanegara yang datang ke Indonesia itu spending-nya adalah sekitar USD 1100 per turis per kunjungan dengan length of stay selama 3 hari. Nah kalau wisatawan muslim ini spending-nya itu rata-rata dari USD 1350-2500,"

Berkaitan dengan hal ini, salah satu upaya yang dilakukan Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi DKI Jakarta untuk mengembangkan dan mempromosikan wisata ramah muslim di Jakarta yaitu dengan mengadakan Jakarta Moslem Friendly Tourism Exhibition 2022.

"Jakarta Moslem Friendly Tourism Exhibition merupakan suatu event untuk mengakomodir tren yang sedang berlaku bahwasanya perjalanan wisatawan muslim itu cukup signifikan. Jakarta perlu menyambut baik terkait hal tersebut," kata Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi DKI Jakarta Andhika Permata dalam kesempatan yang sama.

Menurut Andhika, penting bagi Jakarta untuk dapat memposisikan sekaligus mempromosikan diri menjadi destinasi wisata ramah muslim. Karena wisata ramah muslim tidak hanya menarik wisatawan muslim baik lokal maupun mancanegara. Namun juga wisatawan lain yang ingin merasakan pengalaman berwisata ramah muslim.

"Untuk produk-produk halal tidak hanya diminati oleh agama Islam saja, tapi juga oleh wisatawan lain yang ingin merasakan ambience terkait dengan muslim friendly tourism tersebut," kata Andhika.

Mewakili Disparekraf DKI Jakarta, Andhika menyatakan komitmennya untuk mendukung perkembangan pariwisata ramah muslim di Jakarta.

"Kami pemprov DKI Jakarta khususnya Disparekraf tentunya berkomitmen untuk bagaimana memposisikan Jakarta sebagai destinasi wisata yang ramah muslim," ujarnya.

Jakarta Moslem Friendly Tourism Exhibition 2022 digelar selama 3 hari pada tanggal 5-7 Agustus 2022 di mal Gandaria City. Pameran ini menghadirkan berbagai stan yang menawarkan produk dan jasa wisata ramah muslim.

Selain pameran dari berbagai brand, ajang promosi wisata ramah muslim ini juga dimeriahkan oleh mata acara lainnya. Seperti talkshow, podcast, fashion show hingga live music.



Simak Video "Jelajah Wisata Ramah Muslim di Jepang"
[Gambas:Video 20detik]
(ysn/fem)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA