Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

ADVERTISEMENT

Minggu, 07 Agu 2022 13:45 WIB

TRAVEL NEWS

Kacau! 200 Kg Sampah Berserakan Bekas Pengunjung Ritual Suro

Ardian Fanani
detikTravel
Sampah menggunung di Alas Purwo peninggalan pengunjung saat malam Suro Sampah.
Sampah menggunung di Alas Purwo peninggalan pengunjung saat malam Suro. (Ardian Fanani/detikJatim)
Banyuwangi -

Ritual Suroan yang digelar di Taman Nasional (TN) Alas Purwo meninggalkan sampah menggunung. Sampah yang dikumpulkan mencapai 200 kilogram.

Ritual Suroan digelar di Taman Nasional Alas Purwo, Kecamatan Tegaldlimo, Banyuwangi. Salah satu kegiatan dalam Ritual Suroan adalah bermeditasi.

Terdapat empat lokasi yang menjadi titik berkumpul para pengunjung untuk melakukan meditasi. Keempat lokasi tersebut yaitu Pantai Pancur, Pantai Trianggul Asri, Pantai Parang Ireng dan Goa Istana.

Meditasi ini dilakukan oleh pengunjung pada awal bulan Suro yakni pada tanggal 29 Juli sampai 31 Agustus. Menurut informasi dari Kepala Seksi Pengelola wilayah 1 Balai Taman Nasional Alas Purwo Probo Wresniaji, total pengunjung yang datang mulai tanggal 29 sampai 1 Agustus mencapai 5.233 orang.

Keempat lokasi meditasi ini menjadi lokasi penumpukan sampah terbanyak. Jika diakumulasikan, terdapat 202,5 kilogram sampah yang terdiri atas sampah plastik dan organik.

"Dari empat lokasi itu terkumpul sampah plastik dan organik seberat 202,5 kilogram. Dari catatan pengelola, total pengunjung yang datang mulai tanggal 29 sampai 1 Agustus mencapai 5.233 orang," kata Probo.

Probo menyayangkan perilaku para pengunjung yang tak bertanggung jawab atas sampah yang mereka bawa.

"Kami sayangkan perilaku pengunjung mereka membuang sampah ditempat yang tidak seharusnya, mereka membuang sampah di sekitaran lokasi hutan lindung," kata Probo Wresniaji kepada media, Sabtu (6/8/2022) seperti dikutip detikJatim.

Menurutnya, jika memang berniat untuk menenangkan dan membersihkan diri, sudah selayaknya ikut juga menjaga kebersihan lingkungan sekitarnya. Para pengunjung datang dengan tujuan yang baik, seharusnya mereka juga dapat memperlakukan hutan yang mereka kunjungi dengan sebaik mungkin.

"Ketika mau membersihkan diri ya seyogyanya menjaga kebersihan lokasi pembersihan diri. Pengunjung harusnya bijak dan peduli terhadap kelestarian hutan, bukan malah mencemari dan seolah tidak peduli pada lingkungan," kata Probo.

Pihak pengelola akhirnya melakukan pembersihan di empat lokasi pertapaan di Alas Purwo. Hal ini dilakukan agar kebersihan dan kelestarian kawasan hutan ini dapat tetap terjaga.

"Kami sudah melakukan pembersihan di beberapa titik lokasi," ujarnya.

Probo berharap ke depannya masyarakat yang berkunjung ke Taman Nasional Alas Purwo Banyuwangi dapat bersikap lebih bijak, Serta dapat membantu menjaga kelestarian hutan dengan tidak membuang sampah sembarangan.

"Semoga ke depan pengunjung bisa lebih bijak, lebih smart, dan lebih peduli terhadap lingkungan," kata Probo.

Artikel ini telah tayang di detikJatim.



Simak Video "Uji Coba Pembukaan Wisata Banyuwangi: Maksimal Buka 5 Hari Seminggu"
[Gambas:Video 20detik]
(ysn/ysn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA