Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

ADVERTISEMENT

Minggu, 07 Agu 2022 22:29 WIB

TRAVEL NEWS

Jusuf Kalla: Tarif Masuk Komodo yang Pas Rp 1 Juta

Tim detikcom
detikTravel
Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno menanggapi kenaikan tarif masuk kawasan TN Komodo saat Weekly Press Briefing, di Gedung Sapta Pesona, Senin (11/7/2022). Menparekraf mengatakan kenaikan tarif masuk kawasan untuk biaya konservasi jasa ekosistem.
Komodo Foto: Kemenparekraf
Jakarta -

Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla menilai tarif baru di Pulau Komodo dan Pulau Padar sebesar Rp 3,75 juta kemahalan. Menurut tarif yang pas adalah Rp 1 juta plus pembatasan pengunjung.

"Jadi itu kita turunkan tarif Rp 1 juta dan kita batasi jumlah pengunjung sampai 500 hari tiap hari lebih pas," ujar Jusuf Kalla dalam siaran pers.

JK, yang pernah bertugas sebagai duta pemenangan Komodo sebagai tujuh keajaiban dunia yang baru The New Seven Wonders 2012-2013, prihatin dengan aksi mogok pelayanan wisata di Labuan Bajo, khususnya di Pulau Komodo. Apalagi, setelah melihat penyebabnya, yakni penerapan tarif baru Rp 3,75 juta untuk menikmati wisata Komodo.

JK menilai penerapan tarif baru ke Pulau Komodo itu yang tinggi secara signifikan dapat mempengaruhi jumlah kunjungan wisata ke Labuan Bajo. Yang terkena imbasnya adalah dunia wisata.

"Sementara, pada sektor tersebut banyak masyarakat yang menggantungkan hidupnya. Perhotelan, kuliner, pelayaran, unit usaha usaha kecil masyarakat hingga nelayan penangkap ikan yang membantu memenuhi kebutuhan warga sekitar ikut terkena imbasnya. Demikian halnya dengan penerbangan yang sebelumnya ramai, juga terancam kehilangan penumpang," ujar Jusuf Kalla.

"Karenanya, itu tarif ini perlu dievaluasi. Saya usulkan tarifnya diturunkan, katakanlah, Rp 1 juta dan pengunjung dibatasi dengan kuota, misalnya 500 orang per hari. Jadi, angka tersebut terukur dapat Rp 500 juta tiap hari, dan per bulan bisa Rp 15 miliar. Itu lebih pasti," JK menambahkan.

Dengan demikian, masyarakat tetap mendapat penghasilan, karena hotel hidup, restoran hidup dan lain lainnya semua memiliki efek. Dia yakin Labuan Bajo bisa berdenyut kembali.

Merujuk pengalaman, wisata ke Pulau Komodo tidak bisa disamakan dengan Bali. JK bilang orang-orang akan berwisata ke Pulau Komodo tidak untuk berulang kali, tetapi mungkin hanya sekali seumur hidupnya.

"Yang penting sudah pernah lihat. Jadi wisata itu harus memberikan ketenangan. Kalau di daerah wisata tidak tenang, ramai aksi demo, maka wisatawan tidak akan datang," kata Jusuf Kalla.



Simak Video "Tarif Rp 3,75 Juta Pulau Komodo Akhirnya Ditunda Usai Tuai Protes"
[Gambas:Video 20detik]
(ddn/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA