Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

ADVERTISEMENT

Kamis, 11 Agu 2022 18:09 WIB

TRAVEL NEWS

Tak Hanya di Indonesia, Lokasi Wisata Ini Juga Batasi Jumlah Pengunjung

Yasmin Nurfadila
detikTravel
Utopie Plastic, Marseille, Prancis
Utopie Plastic, Marseille, Prancis. Foto: (Dok. CNN Style)
Paris -

Beberapa kota di Prancis mengalami kelebihan pengunjung. Untuk mengatasinya, mereka memberlakukan pembatasan pengunjung.

Jumlah pengunjung yang membludak di satu sisi dapat menguntungkan perekonomian. Namun, di sisi lain jumlah pengunjung yang melebihi kapasitas dapat mengancam keberlangsungan suatu tempat wisata.

Salah satu negara yang mengalami overtourism atau kelebihan pengunjung adalah Perancis. Dilansir dari Schengen Visa News, Kota tertua di Prancis, kota Marseille sempat merasakan dampak dari kelebihan pengunjung.

Flora dan fauna yang ada di wisata alam The Calanques yang menjadi salah satu destinasi favorit di Marseille mengalami kerusakan akibat membludaknya jumlah pengunjung. Untuk menghindari terjadinya hal serupa, Marseille akhirnya melakukan pembatasan jumlah pengunjung.

Kota Marseille memberlakukan sistem reservasi dan hanya memperbolehkan 500 pengunjung dalam sehari untuk destinasi-destinasi populer. Hal ini cukup kontras jika dibandingkan jumlah pengunjung harian di destinasi-destinasi tersebut yang biasanya mencapai 3.000 pengunjung.

"Sejak sukses besar selama musim panas 2020, Calanques menjadi korban kelebihan pengunjung pada bulan Juli dan Agustus. Hal ini menyebabkan kerusakan terhadap flora dan fauna yang dilindungi taman. Untuk mengatasi fenomena ini, PNN mengeluarkan kebijakan yang belum pernah diberlakukan sebelumnya di destinasi wisata alam: sistem reservasi harian," kata kantor pariwisata setempat.

Pemerintah Region Sud, salah satu wilayah administratif Prancis tempat Marseille berada juga mendukung pembatasan ini. Region Sud telah membuat aplikasi yang dapat membantu mengatasi kelebihan pengunjung saat puncak musim liburan.

Tidak hanya Marseille dan Region Sud, pulau Corsica di Prancis juga melakukan pembatasan jumlah pengunjung harian. Hal ini dilakukan untuk melindungi lingkungan di wilayah tersebut. Untuk mengunjungi berbagai destinasi di wilayah ini, pengunjung perlu melakukan reservasi terlebih dahulu.

Salah satu sumber dari kelebihan pengunjung adalah banyaknya jumlah group tourism atau wisata kelompok. Satu dari banyak kota yang mengeluhkan terlalu banyaknya group tourism ini adalah Kota Paris.

Berwisata dalam kelompok besar adalah hal yang umum dilakukan. Di Prancis pun ini merupakan pemandangan yang biasa. Namun jika jumlahnya terlalu banyak, hal ini dapat mengganggu ketertiban.

Warga Paris banyak yang mengeluhkan keberadaan kelompok wisata ini. Karena selain bergerombol, biasanya mereka sangat berisik dan mengganggu warga Paris yang sedang beraktivitas.

Tidak hanya itu, warga Paris juga mengkhawatirkan keberadaan bus tingkat yang digunakan para turis. Karena bus-bus ini menyebabkan kemacetan dan menyulitkan mereka yang menggunakan sepeda.

Berdasarkan informasi dari surat kabar Le Journal du Dimanche, kejengkelan warga lokal akan bus ini meningkat menjadi amarah ketika terjadi kecelakaan yang menyebabkan seorang pria tewas tertabrak salah satu bus tingkat untuk turis. Berkaitan dengan hal ini, Kepolisian Paris melaporkan bahwa terdapat 219 insiden yang berkaitan dengan bus turis.



Simak Video "Asyiknya Berkelana di Eropa dengan Kereta Kuno Bohinj"
[Gambas:Video 20detik]
(ysn/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA