Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

ADVERTISEMENT

Selasa, 16 Agu 2022 18:11 WIB

TRAVEL NEWS

Dari Iseng Sampai Wakili Kulit Garut ke Italia

Kerajinan kulit Garut
Kerajinan kulit Garut (Foto: Pradita Utama/detikcom)
Garut -

Kekuatan endorse memang begitu besar bila dilakukan di waktu dan dengan orang yang tepat. Cerita ini dialami oleh salah satu perajin kulit di Garut, Jawa Barat.

Ia adalah Meta, pemilik toko TAG Leather di bilangan Alun-alun Garut. Pada tim detikcom awal bulan Agustus 2022 lalu, ia berkata bahwa usahanya itu baru seumur jagung.

"Awal mulanya itu tahun 2018 karena suami saya bekerja di salah satu perusahaan kulit di Garut, kita sering lihat produk sisa yang terbuang. Lalu kita iseng bikin aksesoris," kata Meta.

"Kita coba tawarin ke teman-saudara dan responnya bagus. Akhirnya kita bikin tas, karena pabriknya hanya mengolah kulit sapi lalu kita pikirkan apa yang bisa dibikin dari bahan itu," terang dia.

"Tas, sandal, sepatu bisa dibikin dari kulit sapi. Semua itu dibikin di rumah, termasuk pembuatan jaket karena Garut terkenal kulit jaket domba dan kita ingin membuatnya. Alhamdulillah banyak pesanan," terang dia lagi.

Kerajinan kulit GarutMeta pemilik toko kerajinan kulit di Garut (Foto: Pradita Utama/detikcom)

Berawal dari iseng, kerajinan kulit dari Meta dan anaknya akhirnya sampai ke tangan Sandiaga Uno sebagai suvenir di kala kunjungan ke Garut. Ia yang bepergian ke luar negeri dengan memakai jaket itu lalu dilirik oleh koleganya dan diberikanlah jaket yang juga pemberian itu.

Pada kunjungan berikutnya ke Garut, Sandiaga ia telah menjadi menteri pariwisata dan ekonomi kreatif. Dan, seraya menjadi endorser, kekuatan promosi dari menteri ternyata bikin moncer penjualannya.

"Yang membantu kita dalam promosi yakni Bapak Sandiaga Uno. Itu sebelum dia diangkat jadi menteri. Waktu ngunjungin pabrik kita kasih jaket dan tas," jelas Meta.

"Setelah itu jaket kita dia pakai ke Kairo atau ke mana, dikiranya buatan Chanel atau Hermes, padahal buatan kita. Akhirnya Pak Sandiaga telepon, 'Boleh nggak dikasih orang karena diminta. Kata Pak Sandi ganti ya nanti, iya'," kata dia.

"Pas Pak Sandiaga ke Garut lagi, dia sudah menjadi menteri dan kita kasih lagi. Karena sudah menjadi menteri pemberitaan menjadi ramai, akhirnya membeludak," imbuh dia.

Kerajinan kulit GarutJaket kulit Garut (Foto: Pradita Utama/detikcom)

Setelah pesanan sudah banyak, Meta dan anaknya membuka toko untuk memperlihatkan karya rumahannya. Tak banyak pilihan di tokonya itu karena semua bisa dibilang sebagai barang pajangan.

"Karena di sini kebanyakan online karena kita belum punya toko fisik, akhirnya ada masukan membuat showroom, supaya orang lihat produk kita. Onlinenya lewat WA, karena kalau di platform jual beli, karena kita kebanyakan custom jadi terlalu ribet nentuin model, warna atau ukurannya. Mereka tahunya dari Instagram, dari TAG Leather 8," kata Meta.

"Alhamdulillah penjualan kita baik karena dari awal penjualannya online. Dan tetap saja ada yang ke toko ini karena Garut daerah wisata, kebanyakan yang datang memang pendatang, mereka melihat contohnya di toko ini dan kemudian pesan kalau cocok," terang dia.

Selanjutnya, wakil perajin kulit Garut ke Italia >>>

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "Geliat Industri Kulit Garut"
[Gambas:Video 20detik]
BERITA TERKAIT
BACA JUGA