Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

ADVERTISEMENT

Kamis, 18 Agu 2022 08:11 WIB

TRAVEL NEWS

Serba Digital, Begini Tren Traveling di Masa Depan

Yasmin Nurfadila
detikTravel
Anak-anak di Kenya mendapat kesempatan mengunjungi Istana Buckingham di London. Uniknya, mereka mengunjungi kediaman Ratu Elizabeth II itu menggunakan VR.
Ilustrasi virtual reality tourism. Foto: (REUTERS/THOMAS MUKOYA)
Jakarta -

Perkembangan metaverse diperkirakan akan pengaruhi industri wisata. Akan ada lebih banyak perjalanan virtual atau digital di masa depan.

Selama masa pandemi, masyarakat dunia tak bisa bepergian dengan leluasa. Pada masa ini, perjalanan atau traveling secara virtual mulai banyak dinikmati.

Banyak destinasi wisata yang membuka opsi virtual tur. Banyak pula jasa agen perjalanan yang membuka wisata kota secara virtual.

Perkembangan tur virtual atau perjalanan digital ternyata tak akan berhenti di situ. Terutama setelah berbagai kemungkinan dari perkembangan metaverse diungkapkan oleh Mark Zuckerberg.

Banyak pakar teknologi yang memprediksi bahwa di masa depan traveling secara virtual akan berkembang dan menjadi salah satu opsi andalan untuk berlibur.

Dilansir dari Travel Tomorrow, sejumlah pakar teknologi mengungkapkan bahwa Virtual Traveling dan Virtual Reality Tourism (wisata menggunakan perangkat virtual reality) memiliki potensi besar untuk berkembang di masa depan. Apalagi dengan kondisi perubahan iklim yang semakin mengkhawatirkan.

Menurut mereka akan semakin banyak traveler yang menyadari dampak dari berbagai perjalanan yang mereka lakukan. Sehingga mereka akan berwisata dengan cara yang lebih bijak, salah satunya dengan mengurangi perjalanan udara.

Dengan kemungkinan-kemungkinan tersebut, kerja sama antara Virtual Reality Tourism dengan destinasi-destinasi wisata akan menjadi salah satu opsi menarik. Tak hanya mengakomodasi para wisatawan, namun cara ini juga dapat membantu mengurangi jumlah karbon yang dikeluarkan karena tak lagi melakukan perjalanan fisik.

Meski begitu, menurut para pelaku pariwisata profesional berwisata secara virtual ini tetap tidak dapat menggantikan pengalaman berwisata secara langsung. Sehingga dalam beberapa tahun yang akan datang, opsi ini belum akan menggantikan cara berwisata konvensional.

Perkembangan metaverse ini tak hanya memberikan ruang inovasi untuk cara berwisata, namun dapat juga dimanfaatkan oleh para agen perjalanan dan industri perhotelan. Mereka dapat memanfaatkannya untuk mempromosikan program-program atau kamar yang mereka jual.

Dengan menggunakan virtual reality, calon pelanggan dapat merasakan suasana kamar atau destinasi yang akan mereka kunjungi. Sehingga ini bisa menjadi cara promosi yang lebih efektif dibanding promosi konvensional menggunakan brosur.



Simak Video "Yuk Virtual Tur ke Stasiun Luar Angkasa China 'Tiangong'!"
[Gambas:Video 20detik]
(ysn/fem)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA