Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

ADVERTISEMENT

Sabtu, 27 Agu 2022 09:30 WIB

TRAVEL NEWS

Cakeeep...Bandara Semarang Raih Sertifikat Greenship Building

Syanti Mustika
detikTravel
Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang
Foto: (Angkasa Pura 1)
Jakarta -

Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang menjadi bandara kedua di Indonesia yang raih sertifikasi Greenship Building kategori 'Gold'. Keren nggak tuh?

Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang (SRG) merupakan salah satu bandara kelolaan PT Angkasa Pura I berhasil meraih sertifikat Greenship Building kategori "Gold" dari Green Building Council Indonesia (GBCI).

Informasi untuk traveler, sertifikat Greenship Building merupakan sertifikasi terhadap suatu bangunan dengan konsep penerapan prinsip lingkungan, termasuk di dalamnya dari proses desain bangunan, konstruksi, hingga pengoperasian dan pengelolaan bangunan. Kriteria tersebut ditujukan untuk mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan, serta agar suatu bangunan dapat memberikan kontribusi positif terhadap lingkungan ekologi.

"Pencapaian ini sekaligus memperkuat misi Angkasa Pura I dalam menghadirkan sarana dan prasarana perhubungan yang berkontribusi positif kepada lingkungan hidup secara berkelanjutan. Kami merasa sangat bangga dengan raihan ini dan berharap Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang dapat menjadi contoh bagi pembangunan bandara dengan konsep hijau dan ramah lingkungan untuk generasi Indonesia di masa mendatang," ujar Direktur Utama PT Angkasa Pura I Faik Fahmi dalam rilisnya, Jumat (26/8/2022).

Terminal baru Bandara Internasional Ahmad Yani Semarang telah diresmikan. Desain terminal itu secara keseluruhan mengadopsi konsep eco-airport.Terminal baru Bandara Internasional Ahmad Yani Semarang telah diresmikan. Desain terminal itu secara keseluruhan mengadopsi konsep eco-airport. Foto: Muhammad Ridho Suhandi

Untuk meraih sertifikasi tersebut, Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang telah melalui serangkaian penilaian. Penilaian dan persyaratan tersebut didasarkan pada beberapa aspek, seperti efisiensi dan penghematan energi (efficiency and conservation), penghematan air (water conservation), pengembangan lokasi gedung (appropriate site development), siklus dan sumber daya material (material resource and cycle), kenyamanan dan kesehatan gedung (indoor health comfort), dan pengelolaan lingkungan gedung (building environmental management).

Dalam kegiatan operasionalnya, Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang didukung dengan berbagai perangkat utilitas yang mendukung konsep ramah lingkungan seperti penggunaan lampu LED, elevator, lift, dan travelator yang menggunakan fitur sleep mode, sanitair dengan fitur dual flush and auto faucet. Juga penggunaan kaca bangunan Sunergy Green yang mampu merefleksikan sinar matahari dengan baik dan dapat mengoptimalkan efisiensi penggunaan pendingin ruangan di dalam area terminal penumpang.

Atas berbagai upaya ini, Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang telah berhasil mencapai penghematan penggunaan listrik hingga 21,2% atau 138,11 kWh/m2/tahun, serta penghematan air hingga 51% untuk flushing toilet atau 133,27 m3/hari. Bandara juga dilengkapi dengan ruang terbuka hijau seluas 21.647,5 m2 atau 12,35% dari total luas bandara.

"Penghematan ini setara dengan penghematan biaya listrik sebesar Rp 2,86 miliar per tahun dengan asumsi biaya listrik Rp 1.065,78/kWh, penghematan biaya air sebesar Rp 1,18 miliar per tahun dengan asumsi biaya air PDAM Rp 13.982 per meter kubik, serta mampu mengurangi emisi karbon hingga 2.394,37 ton per tahun," lanjut Faik Fahmi.



Simak Video "7 Mobil Hanyut Akibat Terseret Banjir Bandang Semarang!"
[Gambas:Video 20detik]
(sym/sym)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA