Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

ADVERTISEMENT

Jumat, 02 Sep 2022 07:11 WIB

TRAVEL NEWS

Menjurus ke Kelamin Wanita, Dusun Memek Dulu Punya Nama Beda

Tim detikcom
detikTravel
Nama Dusun Memek di Kota Santri Jombang membuat siapa saja yang membacanya spontan mengingat alat kelamin perempuan. Namun, jangan berpikir ngeres dulu, sebab nama kampung ini tak seperti yang Anda bayangkan.
Gapura Dusun Memek di Jombang (Enggran Eko Budianto/detikJatim)
Jombang -

Nama Dusun Memek di Kota Santri Jombang, Jawa Timur kerap bikin heran banyak orang. Dulu, namanya beda.

Dusun Memek berada di Desa Tanjung Wadung, Kecamatan Kabuh, Kabupaten Jombang. Dusun itu ditandai dengan gapura dengan nama dusun itu. Nama dusun itu juga resmi dalam penggunaan administrasi.

Sejatinya, tulisan nama dusun itu memang menjurus kepada alat kelamin perempuan. Tetapi, jika diucapkan akan berbeda. Dua huruf e pada kata Memek berbunyi sama dengan suku kata me pada kata melayang, se pada kata sekarang, atau re pada kata remuk. Hanya warga yang tidak familiar dengan dusun itu yang mengira nama Dusun Memek berkonotasi negatif.

Warga tidak merasa risi, Mereka juga tidak berniat mengganti nama itu.

"Saya tidak berani mengusulkan namanya diganti. Katanya Pak Lurah, mengganti nama dusun prosesnya sampai pemerintah pusat. Bagi saya diberi nama sama nenek moyang seperti itu ya sudah, diterima saja," kata Sukardi (53), ustaz di Dusun Memek dan tinggal di sana sejak sekitar 10 tahun silam, dalam perbincangan dengan detikJatim.

Mempertahankan nama Dusun Memek, bagi Sukardi, sebagai bentuk penghormatan terhadap warisan para leluhur. Mengubah nama kampung kecil ini juga bakal menghilangkan cerita-cerita rakyat di baliknya.

"Kalau nama Dusun Memek diubah, akibatnya ceritanya atau sejarahnya hilang. Jadi, tidak perlu diubah. Bagi yang tidak paham, kami memberi nasihat bahwa nama dusun ini bukan ke hal negatif," kata dia.

Sarmin (70), tetua Dusun Memek memiliki pendapat serupa.

"Tidak pernah ada yang usul diganti nama. Baik warga maupun pamongnya tidak berani. Karena takut, nama itu tinggalan nenek moyang," kata dia.

Dulunya Bernama Dusun Katul

Tetua Dusun Memek, Sarmin (70), mengatakan kampung seluas 32,9 hektare ini dulu kala bernama Dusun Katul. Dalam bahasa Jawa, katul mempunyai arti dedak dan alat kelamin perempuan. Cerita ini ia dapatkan dari bapaknya, almarhum Saleh Sumoastro yang meninggal sekitar tahun 1974.

"Kemudian diubah menjadi Memek karena Katul dinilai tidak pantas. Kira-kira ya diubah mbah-mbah kami dulu, saya tidak tahu kapan itu. Bapak saya tahunya ceritanya seperti itu. Semasa hidup bapak saya namanya sudah Memek," kata Sarmin.



Simak Video "Kisah Desa Kelelawar, Jenetaesa"
[Gambas:Video 20detik]
(fem/fem)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA