Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

ADVERTISEMENT

Sabtu, 03 Sep 2022 08:12 WIB

TRAVEL NEWS

Dikira Pawai Marching Band, Padahal Ritual Pemakaman Orang Filipina

Putu Intan
detikTravel
Prosesi pemakaman di Filipina
Pengantaran jenazah di Filipina. Foto: Instagram @deckytri_id
Jakarta -

Selain soal setir kiri, hal unik lainnya di Filipina adalah prosesi pemakaman. Jenazah dibawa dengan kereta kencana menuju gereja sebelum dimakamkan.

Travel influencer Decky Tri menceritakan pengalaman-pengalaman mengagetkan ketika pertama kali datang ke Filipina. Salah satunya ketika ia mengunjungi Kota Vigan yang berada di sebelah barat Pulau Luzon.

Di Vigan, ia sempat menyaksikan iring-iringan kereta kuda yang diikuti sejumlah orang. Dari video yang ia bagikan di Instagramnya @deckytri_id, terdengar pula musik yang dimainkan dalam iring-iringan tersebut.

"Saya kira ada marching band, ada pawai. Ternyata itu pengantaran jenazah. Itu salah satu culture shock yang saya alami," kata Decky.

Prosesi pemakaman di FilipinaProsesi pemakaman di Filipina. Foto: Instagram @deckytri_id

Tradisi pemakaman di Filipina memang terbilang unik. Sebagai negara dengan mayoritas masyarakatnya penganut Katolik, tentu mereka melakukan prosesi pemakaman sesuai agama yang dianut. Akan tetapi sebelum Katolik masuk, orang-orang Filipina juga sempat menganut kepercayaan Hindu dan Buddha. Sehingga akulturasi budaya dalam pemakaman amat terlihat di sana.

Profesor Susah Russell dari Nothern Illinois University pernah menjelaskan bahwa kematian selalu menjadi peristiwa yang menandai tradisi masyarakat. Di Filipina, pemakaman biasanya disertai dengan prosesi dan musik desa yang muram sebagai bagian penting dari praktik ritual Katolik Roma.

Prosesi pemakaman di FilipinaProsesi pemakaman di Filipina. Foto: Instagram @deckytri_id

Sementara itu dalam sebuah esai yang ditulis Aaron Simon Caparaz, pemakaman adalah acara yang sangat khusyuk bagi orang Filipina. Keluarga akan melihat jenazah sebelum peti ditutup.

Peti itu kemudian dipindahkan dari rumah dengan posisi bagian kaki keluar lebih dahulu. Lalu, peti itu dimasukkan ke kereta kuda atau dibawa oleh orang-orang terpilih.

"Proses pemakaman tradisional di Filipina melibatkan orang-orang berjalan kaki ke gereja dan makam, tidak peduli seberapa jauh jaraknya," tulisnya.



Simak Video "Tim Forensik Selesai Autopsi Brigadir J, Ini yang Jadi Fokus Pemeriksaan"
[Gambas:Video 20detik]
(pin/fem)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA