Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

ADVERTISEMENT

Selasa, 13 Sep 2022 13:41 WIB

TRAVEL NEWS

Lokalisasi Dolly Jadi Wisata Religi, Sosiolog: Prosesnya Panjang

Makam Mbah Kapiludin di Lokalisasi Dolly Jalan Kupang Gunung Timur Surabaya
Makam Mbah Kapiludin di Lokalisasi Dolly Jalan Kupang Gunung Timur Surabaya (Esti Widiyana/detikcom)
Surabaya -

Pemkot Surabaya akan kembali menata citra eks lokalisasi Dolly. Rencana terbaru, Dolly dijadikan sebagai kawasan wisata religi. Bisakah?

Wacana merubah eks lokalisasi Dolly pertama kali dilontarkan oleh Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi. Ini karena keberadaan makam Mbah Kapiludin yang diyakini sebagai tokoh penyebar Islam di kawasan setempat.

Guru Besar Sosiologi Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UIN-SA) Profesor Dr Nur Syam mengatakan perubahan citra eks lokalisasi menjadi kawasan wisata religi merupakan langkah besar jika bisa diwujudkan. Namun menurutnya, hal itu butuh waktu yang sangat panjang.

"Karena, di situ ada implikasi pekerjaan, interaksi sosial, dunia keagamaan, dan seterusnya yang tentu saling terkait dan terpengaruh terhadap lingkungan masyarakat baik di masa lalu dan sekarang," kata Nur Syam kepada detikJatim, dan dikutip Selasa (13/9/2022).

Nur Syam menambahkan [erubahan itu juga dipengaruhi oleh sosok yang akan dijadikan ikon perubahan. Sebab, biasanya semakin tokoh itu dikenal maka perubahan juga akan semakin cepat.

"Tokoh yang berada di situ menurut saya bukan tidak sekaliber tapi tidak setenar, misalnya Mbah Bungkul, Sunan Ampel, Giri, dan lain sebagainya," ujar Nur Syam.

"Jadi, karena nama ini adalah nama yang secara historis kemudian peran sosial keagamaannya kan mungkin tidak sekaliber mereka-mereka yang saya sebut, jadi kalau kemudian itu akan ditokohkan butuh waktu yang panjang," dia menambahkan.

Selain itu, untuk mengenalkan siapa sosok Mbah Kapiludin juga membutuhkan sosialisasi. Mulai dari peran hingga sosialisasi mengenai sosok Mbah Kapiludin. Ia membandingkan dengan memberi contoh pada kasus makam Asporokondi yang berada di Malang.

"Ini yang saya rasa penting, salah satu contoh adalah salah satu makam Asporokondi di Malang, kemudian menjadi sangat luar biasa karena ada peran-peran tokoh sentral di situ yang kemudian melakukan serangkaian kegiatan dan menjadikan tempat itu menjadi wisata ziarah," dia menjelaskan.

"Maka dari itu, menurut saya harus ada yang dipilih atau harus ada orang-orang yang memiliki kemampuan untuk melakukan hal semacam ini," ujar mantan Rektor UIN-SA itu.



Simak Video "Menengok Petilasan Cindelaras yang Kerap Didatangi Calon Pejabat"
[Gambas:Video 20detik]
(fem/fem)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA