Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

ADVERTISEMENT

Sabtu, 17 Sep 2022 15:45 WIB

TRAVEL NEWS

Sah! Gamelan Resmi Pegang Sertifikat Warisan Budaya UNESCO

Konser penyerahan simbolis sertifikat gamelan sebagai warisan budaya tak benda UNESCO, di Balai Kota Soloz Jumat (16/9/2022) malam.
Konser penyerahan simbolis sertifikat gamelan sebagai warisan budaya tak benda UNESCO. Foto: Agil Trisetiawan Putra/detikJateng
Solo -

Balai Kota Solo tampak meriah dengan adanya pentas karawitan. Pentas ini merupakan bagian dari konser bertajuk Mahambara Gamelan Nusantara. Konser ini digelar sebagai perayaan atas kesuksesan gamelan meraih status sebagai warisan budaya dunia.

Konser yang dimulai dengan penampilan dari Kelompok Gamelan Ageng melalui Tribut Rahayu Supanggah sebagai bentuk penghormatan terhadap Guru Besar ISI Surakarta. Sosok Empu gamelan sekaligus inisiator pengajuan gamelan sebagai warisan budaya ke UNESCO.

Pengajuan ini telah dilakukan sejak beberapa tahun terakhir. Hingga akhirnya membuahkan hasil dan gamelan diakui sebagai warisan budaya dunia pada 15 Desember 2021 lalu.

Perayaan keberhasilan yang digelar pada Jumat (16/9) malam di Balai Kota Solo itu tak hanya dihadiri oleh kalangan tua. Banyak juga anak muda yang datang untuk ikut menyaksikan langsung sejarah baru penetapan gamelan sebagai warisan budaya tak benda UNESCO.

Direktur Pengembangan dan Pemanfaatan Kebudayaan Kemendikbudristek Restu Gunawan menyampaikan rasa terima kasihnya kepada seluruh pihak yang telah memperjuangkan gamelan ke UNESCO. Terutama pada tim dari ISI Surakarta yang terus berjuang hingga akhirnya gamelan mendapat sertifikat penetapan tersebut.

"Gamelan telah diusulkan kepada UNESCO sejak tahun 2018, dan telah dinyatakan resmi masuk dalam daftar warisan budaya tak benda UNESCO melalui sidang ke-16 Komite Warisan Budaya Tak Benda UNESCO di Paris Perancis pada tanggal 15 Desember 2021," katanya.

Perajin gamelan di UD Supoyo, Desa Wirun, Kecamatan Mojolaban, Kabupaten Sukoharjo.Perajin gamelan di UD Supoyo, Desa Wirun, Kecamatan Mojolaban, Kabupaten Sukoharjo. Foto: Agil Trisetiawan Putra/detikJateng

Dalam momen penetapannya, gamelan ditetapkan bersama dengan 46 warisan budaya tak benda lainnya. Dua di antaranya yaitu Nora, drama-tari dari Thailand Selatan dan Al-Naoor, kerajinan seni tradisional dari Irak.

Restu Gunawan kemudian menegaskan bahwa upaya pelestarian gamelan tak berhenti di sini. Ia menekankan bahwa pelestarian merupakan tugas semua bersama, bukan hanya mereka yang bergelut di bidang seni.

"Ini tugas kita bersama, ayo kita bersama memanfaatkan gamelan yang ada saat ini. Terimakasih pada ISI Surakarta dan semua pihak yang terlibat dalam kegiatan ini," ucapnya.

Penyerahan simbolis sertifikat Gamelan sebagai Warisan Budaya Tak Benda ini sengaja dikemas dalam bentuk konser. Rektor ISI Surakarta, I Nyoman Sukerna mengungkapkan ini dilakukan agar gamelan dapat dikenal lebih dekat oleh masyarakat, terutama oleh kalangan muda.

Dalam kesempatan lain, Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka sebelumnya mengatakan bahwa sertifikat gamelan sebagai warisan tak benda ini akan diserahkan oleh Kemendikbudristek kepada Pemkot Solo dalam konser Mahambara Gamelan Nusantara.

Momen penyerahan sertifikat dan keberhasilan gamelan raih status warisan budaya dunia ini akan dimanfaatkan oleh Gibran untuk terus melakukan pelestarian. Salah satu upaya yang ia canangkan adalah dengan memperbanyak jumlah guru yang dapat mengajarkan cara bermain dan memperkenalkan gamelan.

"Sekarang yang perlu diperbanyak gurunya. Teman-teman mahasiswa ISI kalau bisa turun ke bawah ngajarin adik-adik kita," kata Gibran.

Artikel ini telah tayang di detikJateng.



Simak Video "Warga Tamansari Bandung Temukan Batu Gamelan, Begini Suaranya"
[Gambas:Video 20detik]
(ysn/ysn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA