Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

ADVERTISEMENT

Kamis, 22 Sep 2022 10:42 WIB

TRAVEL NEWS

Korut Berniat Berantas Korupsi, Warga Bisa Lapor di Kotak Saran

Tim detikcom
detikTravel
North Koreas leader Kim Jong Un poses for a photo with  Korean Peoples Army medics during a meeting to recognise their contributions in fighting the coronavirus disease (COVID-19) pandemic in Pyongyang, North Korea, August 18, 2022 in this photo released by North Koreas Korean Central News Agency (KCNA). KCNA via REUTERS    ATTENTION EDITORS - THIS IMAGE WAS PROVIDED BY A THIRD PARTY. REUTERS IS UNABLE TO INDEPENDENTLY VERIFY THIS IMAGE. NO THIRD PARTY SALES. SOUTH KOREA OUT. NO COMMERCIAL OR EDITORIAL SALES IN SOUTH KOREA.     TPX IMAGES OF THE DAY
Foto: REUTERS/KCNA
Jakarta -

Pemerintah Korea Utara yang dipimpin Kim Jong Un berupaya memberantas korupsi. Caranya, dengan menempatkan kotak saran untuk warga.

Kotak saran itu ditempatkan di seluruh fasilitas pemerintah. Untuk mengisi saran, warga harus mencantumkan nama.

Sebagaimana diberitakan Radio Free Asia, pegawai pemerintah Korut mendapatkan gaji kecil yang tak cukup untuk menghidupi keluarga mereka.

Sejumlah pegawai negeri di sana kemudian membuka jasa 'sogok' untuk mendapatkan biaya hidup tambahan.

"Kotak untuk melaporkan pejabat ditempatkan di gerbang utama perusahaan farmasi Hungnam dua hari lalu," kata seorang sumber dari Provinsi Hamgyong Selatan pada 15 September.

Sumber itu menuturkan sejauh ini kotak-kotak itu hanya ditempatkan di bangunan level provinsi, kota, dan kabupaten. Namun, fakta bahwa perusahaan farmasi kini memiliki kotak ini menunjukkan "ekspansi dari sistem pelaporan korupsi."

"Kebijakan ini sejalan dengan perintah Komite Sentral untuk memperkuat sistem identifikasi pejabat yang dibutakan oleh kepentingan pribadi dan melanggar kepentingan orang lain."

Untuk memberikan nama pejabat yang korup, warga bisa menyelipkan surat ke dalam kotak itu. Ketika kotaknya penuh, anggota komite partai akan mengirimkan isi kotak itu ke divisi yang tercantum.

Kendati terlihat ideal, hanya sedikit orang percaya pemberian komplain ini bakal mengurangi korupsi.

"Pihak berwenang tiba-tiba mendukung warga untuk melaporkan korupsi yang dilakukan oleh pejabat yang menyalahgunakan kewenangan mereka untuk memeras suap," kata sumber kedua dari Provinsi Pyongan Selatan.

"Ini terjadi karena semakin banyak warga yang meninggalkan sistem akibat kesulitan yang mereka hadapi setelah krisis pandemi," dia menambahkan.

Dia juga menilai banyak warga tak percaya pemerintah Korut benar-benar berniat mengakhiri korupsi. Mereka menilai penambahan kotak laporan tersebut lebih hanya untuk pertunjukan saja.

Alasan lain warga segan melaporkan pejabat korup karena harus mencantumkan identitas diri, seperti nama, pekerjaan, dan alamat mereka.

Sumber kedua menyampaikan sempat muncul kasus kala kepala divisi yang dilaporkan bekerja sama dengan pejabat korup. Mereka lalu mengidentifikasi informasi itu untuk membalas menghukum pelapor dengan kekuatan pemerintah.

***

Artikel ini juga tayang di CNN. Klik di sini.



Simak Video "Kim Jong Un Apresiasi Petugas Medis Usai Klaim Menang Lawan Covid-19"
[Gambas:Video 20detik]
(fem/fem)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA