Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

ADVERTISEMENT

Sabtu, 13 Agu 2022 15:41 WIB

INTERNATIONAL DESTINATIONS

5 Aturan Gila di Korea Utara

Military personnel from the Korean Peoples Army medical corps attend the launch of a campaign to improve the supply of medicines, amid the coronavirus disease (COVID-19) pandemic, in Pyongyang, North Korea, in this undated photo released by North Koreas Korean Central News Agency (KCNA) on May 17, 2022. KCNA via REUTERS    ATTENTION EDITORS - THIS IMAGE WAS PROVIDED BY A THIRD PARTY. REUTERS IS UNABLE TO INDEPENDENTLY VERIFY THIS IMAGE. NO THIRD PARTY SALES. SOUTH KOREA OUT. NO COMMERCIAL OR EDITORIAL SALES IN SOUTH KOREA.
Foto: KCNA via Reuters
Jakarta -

Korea Utara memiliki aturan yang sangat ketat untuk warganya. Seperti apa ya?

Sebagai salah satu negara komunis yang paling tertutup di dunia, warga Korea Utara (Korut), harus hidup di bawah aturan yang sangat ketat. Namun, larangan yang ada di negara pimpinan Kim Jong Un itu dirasa berlebihan oleh sebagian pihak.

Berikut 5 larangan gila yang diterapkan di Korut:

1. Larangan tertawa saat berkabung

Otoritas Korut sempat memberlakukan larangan tertawa selama 11 hari pada Desember tahun lalu. Itu dikarenakan Pyongyang yang saat itu sedang berkabung memperingati 10 tahun kematian Pemimpin Korut kedua sekaligus ayah dari Kim Jong Un, Kim Jong Il.

"Selama masa berkabung, kita tidak boleh minum alkohol, tertawa atau terlibat dalam kegiatan rekreasi," ujar seorang penduduk kota perbatasan timur laut Sinuiju.

Untuk menertibkan aturan ini, Pyongyang juga meminta pihak kepolisian untuk melakukan pengawasan ketat. Polisi akan memperhatikan setiap orang yang tidak memperlihatkan perasaan berduka di depan umum.

2. Larangan mendengar musik K-pop

Korut dilaporkan memberlakukan aturan ini pada awal tahun lalu. Polisi disebut bakal menindak keras mobil yang menggunakan kaca jendela berwarna gelap demi menjaring masyarakat Korut yang diam-diam menonton video dari media Korea Selatan (Korsel).

Pemerintah Korut disebut khawatir. Negeri Kim Jong Un tak ingin masyarakat terutama anak muda, mengkonsumsi dan menikmati musik dan film dari negeri Kpop saat berada di dalam mobil dan taksi.

Selain Kpop, warga Korut juga diketahui dilarang mendengar musik-musik dan hasil kebudayaan lainnya yang berasal dari Barat dan Jepang.

3. Larangan menggunakan jeans

Warga Korea Utara diperbolehkan pakai jeans namun harus yang berwarna gelap seperti hitam. Hal ini diberlakukan lantaran otoritas negara itu menganggap bahwa jeans berwarna biru sebagai lambang kapitalisme dari Amerika Serikat (AS) yang merupakan lawan dari Korut.

4. Larangan merias rambut dengan gaya asing

Selain pakaian, Korut juga menindak tegas warga yang ketahuan merias rambutnya dengan model dan gaya negara lain. Hal ini juga dilakukan agar warga negara itu tidak terkontaminasi dengan budaya Barat.

5. Larangan keluar negeri kecuali keperluan dinas

Dalam laman yang bercerita terkait Korut, NK News, seorang pelarian dari negara itu mengatakan Pemerintah Pyongyang tidak menyetujui warganya pergi ke luar negeri tanpa izin. Para elit tidak terkecuali dalam aturan ini.

Dalam beberapa kasus, menjadi elit dapat membuat lebih sulit untuk pergi ke luar negeri. Kader top di Partai Buruh Korea menghadapi pembatasan perjalanan ke luar negeri karena takut akan membelot.

"Para elit yang bekerja di sektor-sektor seperti ekonomi, diplomasi, keamanan nasional, dan mesiu diberi izin untuk pergi ke luar negeri hanya jika pekerjaan mereka mengharuskan mereka melakukannya," ujar salah seorang warga pelarian Korut bernama Lee.

***

Artikel ini juga tayang di CNBC Indonesia. Klik di sini.



Simak Video "Potret Kehidupan di Pyongyang Usai Korea Utara Diamuk Covid-19"
[Gambas:Video 20detik]
(fem/fem)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA