Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

ADVERTISEMENT

Jumat, 23 Sep 2022 22:31 WIB

TRAVEL NEWS

Eks Lokalisasi Dolly Bersolek Lagi, Turis pun Berdatangan

Wisata malam Dolly
Eks Lokalisasi Dolly (Foto: Praditya Fauzi Rahman/detikJatim)
Jakarta -

Eks lokalisasi Dolly masih bertaji. Setelah bersolek lagi, turis pun berdatangan.

Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dan Pemkot Surabaya berkolaborasi mengemas Dolly yang dulu dikenal sebagai tempat esek-esek, menjadi wisata yang sarat sejarah.

Kamis malam (22/9), ada 10 pemuda mengikuti kegiatan 'Wisata Dolly: Malam Jumat di Gang Dolly'. Mereka berasal dari pemuda setempat, mahasiswa, hingga pekerja milenial. Pembicara sekaligus tour guide Wisata Dolly, Arbintoro Mas menerangkan, salah satu konsentrasi pihaknya yakni menjadikan Dolly sebagai wisata inspirasi.

Pria yang juga menjadi pegiat sejarah dari Pokdarwis Jarak Dolly ini menyebut, para pemuda Dolly berupaya maksimal mengubah kampung yang dulunya sarat maksiat menjadi kampung kaya manfaat.

"Sekarang ada pengembangan UMKM di mana pada kesempatan kali ini juga memilih untuk pendampingan terhadap Pokdarwis Jarak Dolly, di dalamnya terdiri dari berbagai macam UMKM yang ada di Jarak Dolly," tutur pria yang juga menjabat sebagai CEO Pranalaworks.id tersebut kepada detikJatim, Jumat (23/9/2022).

Ia dan beberapa rekannya mengajak siapa saja yang masih memiliki pemahaman liar tentang Gang Dolly agar bisa terpuaskan dengan inspirasi positif. Terlebih, ketika datang dan hadir langsung, lalu diajak berjalan kaki dan menyusuri dari gang ke gang. Mulai dari eks wisma ke eks wisma lain di Dolly untuk melihat evolusinya.

Hal senada disampaikan Ketua Pokdarwis Jarak Dolly dan Owner Tempe Bang Jarwo, yakni Jarwo Susanto. Menurutnya, Dolly saat ini tak hanya sekadar bersolek, namun ada sejumlah titik yang dianggap memiliki nilai histori. Meski, beberapa di antaranya sudah berubah menjadi UMKM, Pusat Oleh-oleh Gang Dolly, sampai ditempatkannya plakat bersejarah tentang kawasan bebas prostitusi.

Wisata malam DollyWisata malam Dolly (Foto: Praditya Fauzi Rahman/detikJatim)

"Dolly zaman dulu saat malam kan ramai, kami membawa cerita tentang mengarahkan wisatawan yang ikut ke inspirasi. Mereka bisa melihat sendiri, dari banyaknya wisma, kafe, dan karaoke yang dulunya sangat ramai menghadirkan ribuan orang per hari, sampai putaran uang miliaran rupiah per hari, kini beralih fungsi, menjadi tempat pendidikan, pelatihan UMKM, dan hunian warga," urainya.

Ia tak menampik ada beberapa wisma yang telah diambil alih dan beralih fungsi di bawah naungan Pemkot Surabaya. Namun, ada pula yang secara kepemilikan personal tak layak atau tak laku untuk dijual.

"Ada (rumah dan bekas wisma) yang dijual juga nggak laku, akhirnya masih tetap di situ dan gak dijual ke orang, misalnya karena harga tak sesuai, yang punya pengen murah, lalu ditawar murah, nah itu mau tidak mau dipertahankan. Banyak yang beralih fungsi sejak ditutup pada Juni 2014, misalnya Barbara, menjadi tempat produksi sepatu, lalu pasar burung dan akik, sampai lapangan futsal," ujar dia.

"Ada bekas wisma yang dijual mulai ratusan juta sampai miliaran rupiah, banyak juga yang dijual tanpa go public, lalu ada yang digunakan untuk kos-kosan, dikontrakkan juga ada. Makanya, kita ajak teman-teman yang datang untuk mendapatkan inspirasi, misalnya peralihan fungsi wisma menjadi UMKM, harapannya mereka yang datang ke sini pulangnya mendapat inspirasi, dari yang tadinya kampung maksiat menjadi kampung manfaat," imbuhnya.

Selaras, pembicara Wisata Malam Dolly lain, Mustofa menegaskan, pihaknya tengah bersinergi dengan Pemkot Surabaya dalam mengubah wajah Dolly. Salah satunya dengan proses pembangunan paving wisata di kawasan Kupang Gunung Timur Surabaya. "Di sekitarnya juga menyesuaikan dan beberapa titik menjadi untuk kebudayaan dan kesenian juga, tidak hanya UMKM," tutur dia.

---

Artikel ini sudah tayang di detikJatim. Simak selengkapnya di sini



Simak Video "Jalan-jalan Keliling di Kota Lama Semarang Saat Malam Gelap"
[Gambas:Video 20detik]
(msl/msl)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA