Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

ADVERTISEMENT

Selasa, 27 Sep 2022 14:17 WIB

TRAVEL NEWS

Prostitusi di Jakarta Ramai Lagi: Dulu Kalijodo, Kini Cilincing

ilustrasi
Foto: Ilustrasi prostitusi (dok.Detikcom)
Jakarta -

Dunia prostitusi di Jakarta menggeliat lagi. Dulu ada Kalijodo, sekarang ada di Rawa Malang, Cilincing. Pemkot Jakarta Utara dan kepolisian pun turun tangan.

Tempat prostitusi di Hutan Kota Rawa Malang, Cilincing itu pun ditutup oleh Satpol PP pada Senin (26/9) kemarin. Petugas Satpol PP Jakarta Utara langsung mendatangi kafe remang-remang yang diduga menjadi tempat praktik prostitusi terselubung di sana.

"Kita sudah kirim tim bersama stakeholder setempat. Disampaikan mulai malam ini untuk menutup warung-warungnya dan tidak ada lagi kegiatan serupa," kata Kapolsek Cilincing Kompol Haris Akhmad saat dihubungi, Senin (26/9/2022).

Haris mengatakan setidaknya ada 10 warung yang menjadi tempat prostitusi di lokasi. Total, ada 30 puluh pekerja seks komersial (PSK) yang stand by di tempat tersebut dan sudah ditertibkan.

Prostitusi Meresahkan Warga

Salah seorang warga sekitar Rawa Malang, Cilincing yang enggan disebutkan namanya mengaku, selama ini masyarakat merasa terganggu dengan adanya praktek prostitusi itu. Mereka juga resah dengan maraknya pergaulan bebas anak-anak muda di sana.

"Mereka sudah tidak bisa menjaga privasinya, akhirnya kan menimbulkan gejolak. Malah terganggu. Kedua, keresahan tentang pergaulan bebas anak-anak muda," ujar warga itu.

Teringat Kalijodo

Praktek prostitusi di Rawa Malang, Cilincing ini tentu saja mengingatkan kita akan Kalijodo, sebuah lokalisasi yang namanya sempat tenar beberapa tahun yang lalu di kalangan penikmat wisata malam.

Nama Kalijodo sebenarnya sudah terkenal jauh sebelum itu, tepatnya di zaman pendudukan Belanda. Sesuai dengan namanya, Kalijodo, di lokasi ini, dulunya dipakai masyarakat untuk memadu kasih dan saling berjodoh.

Nama Kalijodo mulai jadi buah bibir sekitar tahun 1600-an. Kala itu, ada suatu tempat yang dijadikan penduduk Batavia dari etnis Tionghoa untuk mencari gundik dari perempuan lokal. Karena tempatnya mencari istri itu ada di bantaran sungai maka daerahnya disebut Kalijodo.

Di tempat ini ada juga pekerja seks. Sejak itu lah tempat yang menjadi tempat favorit pria Tionghoa mencari perempuan lokal itu disebut Kalijodo yang kurang lebih bermakna, sungai tempat mencari jodoh.

Di Zaman Ahok, Kalijodo Disikat

Di zaman Gubernur Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, prostitusi di Kalijodo akhirnya disikat. Tim gabungan yang terdiri dari Satpol PP dan kepolisian dikerahkan untuk meratakan Kalijodo. Peristiwa bersejarah itu terjadi pada Senin 29 Februari tahun 2016 silam.

Ahok kemudian menyulap Kalijodo yang dulunya lekat dengan dunia hitam, menjadi RPTRA yang hijau dan ramah anak. Sirna sudah bisnis prostitusi, perjudian dan premanisme di Kalijodo.



Simak Video "Polres Parepare Bongkar Praktik Prostitusi Online"
[Gambas:Video 20detik]
(wsw/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA