Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

ADVERTISEMENT

Sabtu, 01 Okt 2022 06:11 WIB

TRAVEL NEWS

Demi Seekor Panda, China dan Taiwan Jadi 'Akur'

bonauli
detikTravel
NANNING, CHINA - JUNE 27: Giant panda Ji Mei enjoys bamboo at Nanning Zoo on June 27, 2022 in Nanning, Guangxi Zhuang Autonomous Region of China. Giant panda Ji Lan and her brother Ji Mei celebrated their sixth birthday on Monday in Nanning. (Photo by Yu Jing/China News Service via Getty Images)
Ilustrasi panda (China News Service via Getty Ima/China News Service)
Jakarta -

Seekor panda, bernama Tuan Tuan, menjadi pemersatu bangsa antara China dan Taiwan. Padahal, kedua negara itu sedang panas karena provokasi militer.

Tuan Tuan adalah seekor panda pemberian China untuk Taiwan pada tahun 2008. Tuan Tuan tidak sendiri, ada Yuan Yuan sang betina yang juga ikut jadi menemani.

Dikabarkan kebun binatang Taipei, Tuan Tuan mengalami cedera otak dan kini nyawanya terancam. China dan Taiwan pun akur sejenak dan turun tangan untuk 'Diplomasi Panda'.

Hasil pemindaian MRI mengungkap bahaya yang mengintai panda itu. Panda itu juga menunjukkan perilaku tak normal hingga sempat kejang pada akhir Agustus lalu.

Pihak berwenang Kebun Binatang kemudian meminta bantuan dari dokter spesialis hewan di China untuk menangani Tuan Tuan.

Juru bicara Kebun Binatang Taipei, Zhu Fenglian, mengatakan telah memberitahu Pusat Analisis Keamanan Panda Besar di Chengdu, provinsi Sichuan, soal kondisi Tuan Tuan.

Media pemerintah China, Every Day, melaporkan pihak berwenang China siap memberikan bantuan teknis ke kebun binatang dan membantu hewan itu.

"Kami akan sangat menyambut baik bantuan tersebut," kata Fenglian.

Fenglian menyatakan masing-masing pihak bekerja sama dengan hati-hati untuk menjaga panda besar.

"Sebelumnya, ketika panda mulai sakit, mereka juga mengirim spesialis untuk membantu kami," ujar juru bicara itu.

Namun, permintaan bantuan ini menuai kontroversi lantaran China-Taiwan tengah bersitegang imbas setelah kunjungan sejumlah pejabat Amerika Serikat ke Taipei pada Agustus lalu.

Kunjungan itu disebut sebagai bentuk dukungan kemerdekaan kepada Taiwan. China selama ini menganggap Taiwan masih sebagai wilayah kedaulatannya.

Namun, Taiwan gigih ingin memerdekakan diri.

Sementara itu, Tuan Tuan dan pasangannya, Yuan Yuan, merupakan hadiah dari China untuk Taiwan pada 2008. Pemberian ini disebut niat baik Beijing dan dikenal sebagai Diplomasi Panda.

China memang kerap "meminjamkan" panda-panda mereka ke sejumlah negara.

Sejak diberikan ke Taiwan, Tuan Tuan dan pasangannya Yuan Yuan telah melahirkan 2 anak. Satu pada 2013 dan satu lagi pada 2020.

Dikutip CNN, kini Tuan Tuan berusia 18 tahun. Rentang hidup umum Panda di alam liar adalah 14-20 tahun, tetapi mereka bisa hidup lebih lama di penangkaran, menurut World Huge Fund for Nature.



Simak Video "Ini Lokasi Jatuhnya Puluhan Rudal China di Selat Taiwan"
[Gambas:Video 20detik]
(bnl/fem)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA