Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

ADVERTISEMENT

Minggu, 16 Okt 2022 18:31 WIB

TRAVEL NEWS

Ada Ritual Angkat Pohon Keramat di Cirebon, Apa Gunanya?

Ony Syahroni
detikTravel
Ritual pengangkatan batang kayu di Situs Balong Keramat Pangeran Mancur Jaya, Desa Kertawinangun, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat.
Angkat kayu keramat di Cirebon (Foto: Ony Syahroni/detikJabar)
Jakarta -

Cirebon memiliki satu tradisi unik, yakni mengangkat pohon keramat. Apa kegunaannya?

Ritual pengangkatan batang kayu di Situs Balong Keramat Pangeran Mancur Jaya, Desa Kertawinangun, Kacamatan Kedawung, Kabupaten Cirebon menjadi tradisi yang rutin dilakukan setiap tahun pada 19 Rabiulawal.

Batang kayu itu diberi nama Buyut Kayu Perbatang. Batang kayu tersebut dikeramatkan karena diyakini sebagai peninggalan Pangeran Cakrabuana, putra dari Prabu Siliwangi.

Banyak masyarakat yang hadir ketika tradisi pengangkatan Buyut Kayu Perbatang di Situs Balong Keramat Pangeran Mancur Jaya dilaksanakan.

Adapun Situs Balong Keramat Pangeran Mancur Jaya sendiri merupakan situs yang berupa balong atau kolam dengan panjang sekitar 5 meter dan lebar sekitar 2 meter. Balong keramat ini dikelilingi oleh tembok yang terbuat dari tumpukan bata merah dengan tinggi sekitar 1 meter.

Sejarawan Cirebon, Mustaqim Asteja menceritakan sejarah di balik tradisi pengangkatan Buyut Kayu Perbatang di Situs Balong Keramat Pangeran Mancur Jaya Desa Kertawinangun, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Cirebon.

Ritual pengangkatan batang kayu di Situs Balong Keramat Pangeran Mancur Jaya, Desa Kertawinangun, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat.Ritual pengangkatan batang kayu di Situs Balong Keramat Pangeran Mancur Jaya, Desa Kertawinangun, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat (Foto: Ony Syahroni/detikJabar)

Menurutnya, situs balong tersebut duluannya merupakan sumber air yang ditemukan oleh Pangeran Mancur Jaya. Cerita penemuan sumber air itu bermula saat Cirebon di era Kesultanan sedang mengalami kemarau panjang hingga menyebabkan kekeringan.

Di tengah kondisi tersebut, Pangeran Mancur Jaya pun kemudian mendapat perintah dari kesultanan untuk mencari sumber mata air.

"Setelah mencari ke beberapa tempat, akhirnya sampailah Pangeran Mancur Jaya ke tempat yang dulu pernah disinggahi oleh Pangeran Cakrabuana. Di situ ada sebuah pohon yang tadinya pada jaman Pangeran Cakrabuana masih tumbuh, tapi ketika itu karena kemarau panjang pohon tersebut sudah berubah menjadi sebatang kayu," kata Mustaqim.

"Pangeran Mancur Jaya pun singgah dan duduk di batang kayu tersebut. Saat sedang duduk dia melihat di balik kayu tersebut ada rembesan air. Dengan niat yang baik untuk mencari sumber, Pangeran Mancur Jaya kemudian menutugkan (menghentakkan) batang kayu itu ke tanah yang mengeluarkan rembesan air. Saat itu keluarlah air memancar yang sangat deras," kata dia menambahkan.

Menurut Mustaqim, itu lah sejarah di balik Situs Balong Keramat Pangeran Mancur Jaya yang di Desa Kertawinangun, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat. Berikut dengan batang kayu yang diberi nama Buyut Kayu Perbatang.

Hingga kini, tradisi pengangkatan Buyut Kayu Perbatang di Situs Balong Keramat Pangeran Mancur Jaya masih terus berlangsung dan rutin dilaksanakan setiap tahun pada 19 Rabiulawal.

Artikel ini sudah tayang di detikJabar



Simak Video "Ziarah ke Makam Sunan Gunung Jati di Cirebon"
[Gambas:Video 20detik]
(msl/msl)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA